Ujian Naskah Disertasi, a.n. Saudari: Sesilia Anita Wanget (150130100020)

yang akan diselenggarakan pada :

  • H a r i : Jumat
  • Tanggal : 21 November 2014
  • Pukul : 13.00 - selesai
  • Tempat : Ruang Sidang Dekanat Lt.2 Fakultas Pertanian Unpad

Judul  :
“Keragaman Genetik dan Stabilitas Karakter Hasil serta korelasinya dengan Asam Lemak tak jenuh dan Isoflavon pada Kacang Tanah ( Arachis hypogaea L. )"

[unpad.ac.id, 24/10/2018] Untuk mendukung kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Dekan Fakultas Pertanian Unpad Dr Ir. H Sudarjat MP (kedua dari kiri) bersama Manajer Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Inovasi dan Kerja Sama Faperta Unpad Dr.rer.pol Ernah, M.Si., (kiri) usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan (UBT) Dr. Etty Wahyuni di kampus UBT, Tarakan, Senin (11/10) lalu

Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian Unpad Dr Ir. H. Sudarjat, MP, dengan Dekan Fakultas Pertanian UBT Dr. Etty Wahyuni M.S,. M.P., di kampus UBT, Tarakan, Senin (11/10) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Faperta Unpad mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi riset antar universitas.

Sementara itu, Manajer Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Inovasi dan Kerja Sama Faperta Unpad Dr.rer.pol Ernah SP.,MSi. mengungkapkan bahwa kunjungan ke UBT tidak hanya untuk penandatanganan Perjanjian Kerjasama tetapi juga dalam rangka penjajakan perpanjangan nota kesepahaman antara Unpad dan Universitas Borneo Tarakan. Diharapkan kerja sama ini kedepannya akan berkesinambungan dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.*

Rilis/art

 

 

Perubahan iklim (climate changes) merupakan salah satu fenomena perubahan unsur-unsur iklim terutama yang disebabkan oleh aktivitas manusia, akibatnya terjadi cuaca ekstrim (banjir dan kekeringan), pergeseran musim, dan naiknya muka air laut yang berdampak pada kegagalan panen. Upaya mengurangi dampak pada areal pertanian dapat dilakukan melalui strategi adaptasi yang tepat, antara lain peningkatan kapasitas petani dan teknologi tepat guna ramah iklim yang diinisiasi oleh CRAIIP—Climate Resilient Agriculture Investigation and Innovation Project. CRAIIP merupakan konsorsium antara IPPHTI-UNPAD, Pusbinlat Motivator GT-UNHAS, dan Humboldt-Universitaet zu Berlin, Jerman untuk mendampingi petani yang paling rentan di Pulau Jawa (Pangandaran dan Cilacap) dan Sulawesi (Toraja).

  publish

Kegiatan tersebut di atas merupakan laboratorium lapangan petani sebagai bagian dari jendela teknologi untuk memperkenalkan teknologi-teknologi dalam rangka meminimalisir permasalahan yang terjadi akibat perubahan iklim. Petani didorong dan dimotivasi untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai petani yang kreatif, inovatif dan mandiri. Kegiatan CRAIIP sudah berlangsung sejak Juli 2017 bersama-sama dengan petani peneliti sebagai pelaku utama dalam menetukan prioritas topik penelitian, merencanakan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan.

Dalam rangka diseminasi praktik terbaik dari kegiatan ini, maka dilakukan seminar nasional CRAIIP dengan tema “Jendela Teknologi sebagai Upaya Membangun Sinergisme antara Petani dan Peneliti dalam Kegiatan Adaptasi Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian” pada hari Selasa tanggal 23 Oktober 2018 bertempat di Aula Student Center Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Peserta seminar adalah para petani termasuk pelaku kegiatan CRAIIP, peneliti/dosen, himpunan mahasiswa Agronomi Nasional, dan beberapa instansi seperti dari Pemda Pangandaran, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran dan Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Penelitian Padi, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, serta organisasi tani lainnya di Indonesia. Kegiatan CRAIIP National Conference meliputi pameran, presentasi proses dan hasil kegiatan serta presentasi dari Kepala Balai Penelitian Tanaman Padi.
Beberapa pencapaian sampai saat ini seperti: (1) diidentifikasi dan dimanfaatkannya beberpa pupuk hijau seperti Azolla pinnata, Sesbania rostrata, dan Tithonia diversifolia untuk meningkatkan kesehatan tanah oleh petani, (2) terseleksinya padi dan cabai varietas lokal dan unggul nasional yang toleran terhadap perubahan iklim, (3) meningkatnya kapasitas petani dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi.
Program-program dan kebijakan pertanian di Indonesia diharapkan melakukan penyebarluasan model yang telah dikembangkan oleh program CRAIIP sesuai dengan Undang-undang no 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

publish2

  Jatinangor, 23 Oktober 2018

  IPPHTI Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia
  (CP: Kustiwa Adinata)

  Pusbinlat Motivator Gereja Toraja (CP: Ir. Tandu Ramba)
  Universitas Padjadjaran (CP: Dr. Ir. Neni Rostini, MS.)
  Universitas Hasanuddin (CP: Prof. Dr. Ir. Kaimuddin, M.Si.)
  Humboldt-Universitaet zu Berlin (CP: Dr. Silke Stoeber)

 

craiip

Ada yang istimewa dengan Dies Natalis Faperta kali ini, dimana angka 59 menjadi angka keramat karena Fakultas Pertanian, Sabtu 1 September merayakan Hari jadinya yang ke 59 terhitung sejak kelahirannya di tahun 1959. Fakultas Pertanian merupakan Fakultas Pertama yang pindah ke Jatinangor dan sekarang telah berkembang pesat dengan mempunyai 5 Program Studi Sarjana hingga Doktor.

Satu hal yang selalu dipelihara sampai saat ini yaitu eratnya silaturahmi dengan para Alumni, kerjasama yang baik dan saling membantu tetap dibina sehingga para fresh Graduate dapat tersalurkan ke berbagai bidang Industri baik Pertanian maupun yang non pertanian melalui banyak peran serta para Alumni.

Acara yang dihadiri oleh para MABA 2018, Staff Tenaga Kependidikan dan Dosen, para purnabakti, para Alumni terasa sangat hangat terutama acara-acara yang melibatkan semua pihak seperti senam bugar bersama, lomba merias tumpeng dan pembagian door prize.  Berikut link Photo-photo kegiatan Acara Dies Natalis Faperta yang ke 59 https://photos.app.goo.gl/zEdPSGZAHps2xSZh6 

Sebuah Balai Desa yang berlokasi di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran mendadak ramai dipenuhi banyak orang. Bagaimana tidak, puluhan petani di desa Ciganjeng dan petani dari desa lain berdatangan untuk menghadiri kegiatan bertema: “Promosi  konsep Jendela Teknologi dan Temu Lapang Petani Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Dari Perubahan Iklim Di Daerah Otonom Baru Kabupaten Pangandaran”.  Kegiatan yang diselenggarakan adalah atas dasar kesepakatan kerjasama berdasarkan surat perjanjian kerjasama antara Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran nomor 7241/UN6.E/KS/2017 dan 04/CRAIIP IPPHTI/VI SC/2017 tentang Climate Resilience Agriculture Investigation and Innovation Project – CRAIIP.

workshopangandaran

Kegiatan Promosi Konsep Jendela Teknologi dan Temu Lapang Petani tersebut merupakan sarana evaluasi dari kegiatan CRAIIP yang telah dilaksanakan dari mulai Juli 2017 sampai dengan saat ini. Kegitan CRAIIP di Sponsori Oleh Brot Fűr Die Welt dan Diakonielembaga donor dari negara Jerman. Selain Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Humboldt Universität zu Berlin terlibat dalam kegitan CRAIIP. Tujuan utama dari kegiatan CRAIIP adalah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengatasi perubahan iklim yang berdampak buruk terhadap sistem pertanian terutama di wilayah pangandaran. Untuk mencapai teujuan tersebut, peran perguruan tinggi sangat diperlukan sebagai sarana transfer teknologi kepada masyarakat sesuai dengan tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2018 tersebut berlangsung meriah. Di luar aula terdapat pameran-pamaeran teknologi yang telah dilakukan oleh petani selama kegiatan CRAIIP. Teknologi seperti pupuk organik buatan petani sampai perangkat perangkat uji sederhana serta hasil penelitian petani di pamerkan. Dalam kesempatan Dr. Ir. Neni Rostini, MS., selaku koordinator kegiatan beserta tim ahli yaitu Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, MS., dan Dr. Ir. Mieke Rochimi Setiawati, MP. memaparkan hasil penelitian berbasis partisipasi petani yang telah dilakukan selama dua musim tanam.

Penilitian yang dilakukan di Desa Ciganjeng adalah untuk menguji varietas-varietas yang beradaptasi baik di wilayah desa Ciganjeng serta untuk melihat pengaruh pupuk hijau—green manure Azolla pinata dan Sesbania rostrata terhadap pertumbuhan tanaman padi. Hasil penelitian tersebut merekomendasikan dua varietas yaitu Mendawak dan Ciherang yang beradaptasi dengan lingkungan Ciganjeng. Sementara untuk pengaruh pupuk hijau Azolla dan Sesbania selama dua musim tanam pengujian belum terlihat nyata pengaruhnya. Hal tersebut diduga akibat respon tanaman terhadap pupuk hijau lebih lambat karena pupuk hijau bersifat slow release sehingga perlu pemupukan terus menerus dalam jangka waktu cukup lama. Walaupun demikian, hasil analisis tanah yang telah dilakukan selama penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijau Azolla dan Sesbania mampu meningkatkan kandungan C organik dan N total dalam tanah. Selain itu yang cukup menggembirakan adalah rata-rata hasil perhektar selama pengujian untuk varietas mendawak adalah 7,02 ton/ha sementara untuk varietas Ciherang adalah 6,22 ton/ha lebih tinggi dari rata-rata produksi perhektar di desa Ciganjeng yang kurang dari 5 ton/ha.

Melalui kegitan CRAIIP diharapkan petani dari kelompok tani Taruna Tani Mekarbayu yang tergabung sebagai petani peneliti dapat  meningkatkan kapistasnya sebagai petani dan  mampu beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim melalui teknologi-teknologi tepat guna. Selain itu petani-petani peneliti diharapkan bisa menularkan ilmu dan teknologi yang mereka peroleh kepada petani lain di sekitar (Qys).  

Jadwal rekruitmen TERAKHIR Senin, 9 april 2018.
Mahasiswa S1, S2
Lama pendampingan 2 bulan (April sd Mei)
Siap full di lapangan

Jadwal wawancara: 10 sd 11 April 2018
Jadwal bimtek: 14 April 2018
Penempatan: 15/16 April 2018 sd 15 Juni 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[unpad.ac.id, 10/01/2018] Rektor Universitas Padjadjaran meresmikan masjid Al Amanah di Fakultas Pertanian Unpad, Jatinangor, Rabu (10/01). Peresmian ini dilakukan sebagai tanda telah selesainya proses renovasi masjid yang telah dilaksanakan sejak Februari 2017 lalu. Peresmian disaksikan oleh Dekan Faperta Dr. Ir. H. Sudarjat, M.P., beserta sejumlah dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Faperta Unpad.

“Semoga apa yang kita jalankan hari ini, melakukan peresmian dari renovasi masjid di Fakultas Pertanian, akan menjadi fasilitasi bagi kita untuk dapat meningkatkan ibadah kita lebih baik lagi. Dan semoga dengan peningkatan ibadah itu akan lebih banyak kemaslahatan yang dapat kita berikan pada masyarakat,” harap Rektor saat meresmikan.

Ketua Panitiia Pembangunan masjid, Prof. Dr. Ir. Warid Ali Qosim, M.P., mengungkapkan bahwa masjid Al Amanah ini sudah berdiri sejak tahun 1980an, dan telah mengalami beberapa kali renovasi. Terakhir, renovasi dilakukan mulai Februari 2017, dimana pengerjaannya memakan waktu sekitar 320 hari.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur, para alumni Fakultas Pertanian, para dosen, para tenaga kependidikan, dan alumni yang telah mengembangkan masjid ini,” ucap Prof. Warid.

Lebih lanjut Rektor berharap agar masjid tersebut dapat menjadi fasilitas ibadah bukan hanya bagi warga Faperta Unpad, tetapi juga oleh fakultas yang berada di sekitarnya. Masjid tersebut diharapkan dapat menjadi alat pemersatu warga Unpad, serta menjadi tempat syiar dalam membangun sikap dan karakter. Di masjid ini juga diharapkan dapat terbangun budaya akademik.

“Mudah-mudahan keberadaan masjid ini menjadi tempat kita untuk bersatu,” harap Rektor.

Sementara itu, Dekan Faperta Unpad Dr. Sudarjat mengungkapkan bahwa masjid Al Amanah Faperta Unpad ini merupakan masjid tertua di kampus Unpad di Jatinangor. Dengan demikian, keberadaannya harus tetap dipelihara dengan baik. Ia pun berharap, aktivitas di masjid ini dapat terus dikembangkan.

“Kalau masjid ini baik, dikelola dengan baik, aktivitasnya banyak, pasti kita semua kan mendapatkan rahmat,” ujar Dr. Sudarjat.*
Laporan oleh Artanti Hendriyana/am