Ujian Naskah Disertasi, a.n. Saudari: Sesilia Anita Wanget (150130100020)

yang akan diselenggarakan pada :

  • H a r i : Jumat
  • Tanggal : 21 November 2014
  • Pukul : 13.00 - selesai
  • Tempat : Ruang Sidang Dekanat Lt.2 Fakultas Pertanian Unpad

Judul  :
“Keragaman Genetik dan Stabilitas Karakter Hasil serta korelasinya dengan Asam Lemak tak jenuh dan Isoflavon pada Kacang Tanah ( Arachis hypogaea L. )"

Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Teknologi Ilmu Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kerja sama diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama yang dilakukan Dekan Faperta Unpad Dr. Ir. Sudarjat, M.P dan Dekan FTIP UNPAD Dr. Ir. Edy Suryadi, MT dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Ir Syafaruddin Ph.D yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Ir Jelfina C Alouw, MSc., PhD di kampus Faperta Unpad, Jatinangor Selasa (22/10/2019).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja dan kuliah umum yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Pertanian Kementan RI kampus Faperta Unpad dimana dalam kesempatan tersebut delegasi yang berkunjung antara lain Ir. Jelfina C Alouw, M.Sc, Ph.D (Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian), Dr. Saefudin, SP., M.Si (Kepala Sub Bidang Kerja Sama), Anjas Satria Pamungkas, S.I. Kom (Humas) dan Herlina Saragih (Staf Kerja Sama). Sementara dari pihak Unpad, kunjungan diterima oleh Dekan Faperta Dr. Sudarjat, Dekan FTIP Dr. Ir. Edy Suryadi, MT, Manajer Riset, PKM, Inovasi, dan Kerja Sama Faperta Dr.rer.pol Ernah SP.,MSi, Manajer Riset, PKM, Inovasi, dan Kerja Sama FTIP Wahyu Kristian Sugandi S.TP., M.Si, Kaprodi Tekhnologi Industri Pertanian Dr. Efri Mardawati S.TP., MT, Kaprodi Program Magister Ilmu Agronomi Kusumiyati, SP.,MAgr.sc., Ph.D dan Kaprodi Program Magister Ilmu Tanah Dr. Ir. Hj. Betty Natalie Fitriatin A., MP.

Kuliah Umum yang disampaikan oleh Ir Jelfina berjudul teknologi inovatif mendukung kebangkitan perkebunan Indonesia dihadiri oleh dosen dan mahasiswa pasca sarjana dari Faperta dan FTIP Unpad. Lebih lanjut Dr. Ernah mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat sebagai dalam mendayagunakan sumber daya yang dimiliki secara optimal, guna saling mengisi dan sinergi satu sama lain dalam rangka mewujudkan tujuan bersama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing pihak dalam penelitian dan pengembangan perkebunan agar nantinya dapat menghasilkan dan mengembangkan inovasi teknologi di bidang perkebunan guna mewujudkan kemajuan sektor perkebunan khususnya aspek hilir.

Tanggal Pelaksanaan:
Oktober 17, 2019

Tempat Pelaksanaan:
Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad, Jatinangor

 

Fakultas Perrtanian Universitas Padjadjaran mendapat kunjungan dari Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh. Kunjungan diterima oleh Dekan Fakultas Pertanian Unpad Dr Ir.Sudarjat MP, di kampus Faperta Unpad, Jatinangor, Rabu (25/9) lalu.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Faperta Universitas Malikussaleh adalah Dekan Dr. Ir. Mawardati, M.Si dan Wakil Dekan Dr Ir Yusra MP. Sementara dari pihak Unpad kunjungan diterima oleh Dekan Faperta Unpad Dr.Ir Sudarjat MP., dan Manajer Riset, PKM, Inovasi, dan Kerja Sama Dr.rer.pol Ernah SP.,MSi
Kunjungan tersebut salah satunya membahas sekaligus penandatanganan kerja sama antar institusi. Kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari atas Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Bidang Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, pada kedua institusi.

[unpad.ac.id, 23/9/2019] Sektor pertanian Indonesia harus siap menghadapi sejumlah tantangan di era revolusi industri 4.0. Penyiapan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang melek teknologi salah satunya dibutuhkan.

photo dari unpad

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Prof. Dr. Ismunandar menjadi pembicara kunci dalam Seminar dan Lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia  yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (23/9). (Foto: Arief Maulana)*

Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Prof. Dr. Ismunandar, inovasi teknologi dalam pertanian sangat dibutuhkan agar mampu menarik minat generasi muda. Saat ini, minat generasi muda terhadap pertanian masih rendah.

“Barangkali melalui teknologi baru, pertanian tidak lagi harus berkotor-kotor. Ini agar buat anak muda mau balik lagi ke pertanian,” kata Prof. Ismunandar saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar dan Lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia  yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (23/9).

Seminar yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-60 Fakultas Pertanian Unpad ini bekerja sama dengan FKPTPI.

Selain reorientasi kurikulum pendidikan tinggi pertanian, mahasiswa juga perlu dibekali dengan kemampuan literasi data. Kemampuan ini akan menghasilkan beragam analisis data pertanian dalam bentuk representasi yang mudah dilihat.

“Supaya lulusan kita tidak tergantikan oleh robot, selain mahir di bidang ilmunya lulusan juga harus dilengkapi dengan literasi-literasi baru,” ujar Prof. Ismunandar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mengatakan implikasi paling penting saat ini adalah menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang mampu merespons dengan cepat perkembangan revolusi industri 4.0 di era digital ini.

“Reorientasi kurikulum pendidikan jadi kata kunci agar bisa mengisi kebutuhan SDM pertanian sehingga Indonesia bisa tetap menjadi negara agraris,” kata Prof. Rina.

Selain reorientasi kurikulum, Prof. Rina juga mendorong adanya terobosan sistem pembelajaran yang mengikutsertakan praktisi sebagai pengajar di perguruan tinggi.

“Tidak hanya kurikulum, tetapi pendidikan di bidang pertanian bisa melibatkan para praktisi dan  mitra kerja sebagai pembekalan yang komprehensif untuk para mahasiswa maupun lulusan sehingga mampu menghadapi tantangan revolusi industri 4.0,” kata Prof. Rina.

Sekretaris Jenderal FKPTPI sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Ir. H. Sudarjat, M.P., menjelaskan, seminar dan lokakarya ini diharapkan dapat merumuskan kurikulum terkait dengan perubahan akibat revolusi industri 4.0.

“Jadi, kita bisa merumuskan dukungan apa yang diperlukan untuk menguatkan vokasi dan sarjana terapan di bidang pertanian,” kata Dr. Sudarjat.

Ketua Panitia Seminar dan Lokakarya Nasional FKPTPI tahun 2019 Dr.rer.pol Ernah, S.P., M.Si., mengatakan, peserta yang menghadiri Seminar dan Lokakarya nasional ini kurang lebih berjumlah 623 orang yang berasal dari berbagai Fakultas Pertanian di 165 perguruan tinggi se-Indonesia.*

Laporan oleh Rana Aushaf dan Arief Maulana/am

Berlin 1 Juli 2019,

Perubahan iklim Saat ini bukan lagi menjadi perdebatan tentang keberadaannya tetapi sudah menjadi permasalahan bersama antar komunitas, antar instansi, antar negara bahkan global untuk mendapat penanganan serius. Perubahan iklim (climate changes) merupakan salah satu fenomena alam dimana terjadi perubahan nilai unsur-unsur iklim baik secara alamiah maupun yang dipercepat akibat aktifitas manusia di muka bumi. Perubhan iklim yang terjadi saat ini membawa dampak buruk bagi pertanian di Indonesia khususnya untuk wilayah pesisir.

Menurut Prof. Tualar Simarmata Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran perubahan iklim ini menyebabkan naiknya permukaan laut dan berpengaruh langsung pada lahan-lahan sawah yang berada di pesisir pantai. Air laut yang masuk kedalam areal persawahan dapat menyebabkan tingkat salinitas sawah meningkat dan hal tersebut sangat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaan padi.
Untuk meminimalisir dampak perubahan iklim pada pertanian padi, Dr. Neni Rostini Dosen Fakultas pertanian Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa perlu beberapa strategi seperti pemilihan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim, rekayasa teknologi budidaya yang ramah lingkungan, dan peningkatan kapasitas petani. Untuk melaksanakan strategi-strategi tersebut perlu dilakukan penelitian partisipatif yang melibatkan petani dan akademisi.

Penelitian dengan melibatkan petani telah dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran tahun lalu. Bersama JAMTANI—Jaringan Masyarakat Tani Indonesia—salah satu NGO pertanian yang berlokasi di Pangandaran, UNPAD melakukan kegiatan sekolah lapang petani. Kegiatan partisipatory riserach berjudul Climate Resilient Agriculture Investigation and Innovation Project—CRAIIP juga didukung oleh Universitas Terkemuka di Jerman yaitu Humboldt Universitaet zu Berlin melalui SLE—Center of Rural Depelopment. Hasil dari kegiatan tersebut cukup terasa manfaatnya bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut terpilih varietas mendawak sebagai varietas dengan performa terbaik pada cekaman salinitas. Telah banyak petani di sekitar yang mengadopsi teknologi-teknologi pada kegiatan CRAIIP.

Kegiatan penelitian partisipatif perlu terus dikembangkan ucap Dr.rer.nat Ahmad Saufi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia Jerman. Sebagai negara berkembang Indonesia Perlu dukungan dari Negara maju seperti Jerman. “Pertukaran ilmu dan teknologi dari dua negara yang berbeda tentu akan sangat berguna”, pungkasnya.

Sebagai Negara berkembang biasanya Indonesia hanya menjadi negara penerima donasi dari negara maju. Hal tersebut perlu dirubah menurut Saufi. Kedepan Indonesia harus bisa memberikan kontribusi lebih ketika mejalin kerjasama dengan Negara lain. Mengetahui keberhasilan kegiatan CARIIP yang telah dilakukan, Saufi akan berupaya mewujudkan kolaborasi penelitian internasional yang telah dibangun oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.

Pengguna

Masuk

Contact Us

Kampus Fakultas Pertanian Unpad
Jalan Raya Bandung-Sumedang km 21
Jatinangor Sumedang 45363 Monday - Friday 08:00 AM - 04:00 PM
Telp: (022) 7796316 / 7797321
Fax : 022 - 7796316
Email: dekan.faperta@unpad.ac.id

Peta Situs | Download