rangkaianacara1

PELATIHAN PEMIRA

Pelatihan Pemira diselenggarakan pada 28 September 2015 oleh BPM KMFP Unpad kepada pengurus baru Badan Pekerja Pemilihan Raya Mahasiswa dan Musyawarah Bebar KMFP Unpad atau yang biasa disebut panitia BP Pemira dan Mubes. Pelatihan ini bertujuan untuk pembelajaran awal bagi panitia agar mengerti arah gerak kepanitiaan BP Pemira dan Mubes. Pelatihan ini dibina oleh kang Billy yang pernah menjabat sebagai kordinator pada kepanitiaan Pemilihan Raya KEMA Unpad.

rangkaianacara2

LEGISLATIVE SHARING SYSTEM BERSAMA DPM REMA UPI, BANDUNG

Legislative Sharing System atau Studi Banding bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia kami lakukan pada 25 Oktober 2015 untuk mempelajari sistem Republik yang saat ini digunakan oleh kemahasiswaan di UPI. Studi banding bersama DPM REMA UPI ini membuat kami lebih mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan pada sistem Keluarga Mahasiswa yang digunakan oleh kemahasiswaan Unpad dan sistem Republik Mahasiswa yang diterapkan oleh kemahasiswaan UPI. Kami mendapat perbandingan dari kedua sistem kemahasiswaan tersebut. Diharap kedepannya BPM KMFP Unpad dapat mempertimbangkan sistem kemahasiswaan yang paling tepat untuk KMFP Unpad yang lebih baik. Kegiatan ini kami lakukan bersama dengan mahasiswa baru yang sedang dalam program Pengenalan Organisasi Pertanian di BPM KMFP Unpad.

rangkaianacara3

CLOSING CEREMONY

Closing ceremony merupakan kegiatan perpisahan senator BPM KMFP Unpad dengan mahasiswa baru angkatan 2015 yang menjalani program Pengenalan Organisasi Pertanian di BPM KMFP Unpad. Dalam kegiatan ini, kami senator BPM KMFP Unpad menanyakan kesan dan pesan selama proses magang berlangsung. Harapan dari kegiatan ini adalah terkadernya mahasiswa baru yang magang ke BPM KMFP Unpad agar dapat menjadi senator BPM KMFP Unpad kedepannya.

Welcoming Ceremony BPM KMFP merupakan acara BPM untuk menyambut akang euceu yang sedang dalam program Pengenalan Organisasi Pertanian (POP) di Masa Bimbingan 2015. Terdapat 16 orang dari program POP ini, yaitu: Anggun Nadia, Arina Sabila, Elsa Yulianita, Fuji A. Fauziah, Jihan Zaim, Muhammad Iqbal Tajjudin, Novia Wihdya, Rini Anggraeni, Sherly, Sri Rahayu, Tawada Munthe, Tessa Prima D, Tiwi Ully, Widya N.P, Yassirly Amridha, dan Yudistira Haikal. Keenam belas orang ini kemudian disebar ke dalam 3 komisi di BPM KMFP.
Acara yang berlangsung di SC Faperta pada tanggal 12 Oktober 2015 ini merupakan acara semi formal dengan susunan acara perkenalan diri, pengenalan mengenai BPM KMFP, dan kumpul komisi. Pada agenda kumpul komisi dibahas mengenai tugas pokok dan fungsi komisi masing-masing, sehingga pencerdasan mengenai BPM bisa lebih mendalam dan terfokus. Setelah acara ini diharapkan peserta POP dapat lebih mudah memahami BPM KMFP.

CLOSE UP WITH BPM ATHENA

   

      

Close Up With BPM ATHENA adalah acara open house BPM KMFP UNPAD. Acara yang diselenggarakan pada Rabu 6 Mei 2015 ini bertujuan untuk memperkenalkan BPM kepada seluruh Lembaga Kemahasiswaan dan warga KMFP. Acara ini juga dihadiri oleh Pak Noladhi selaku P2K2M. Dalam acara ini hal-hal mengenai BPM dipaparkan oleh setiap komisi dan Ketua BPM.

Pada acara ini diumumkan juga pemenang Lomba Foto yang bertema Aspirasiku Di Langit Faperta. Lomba foto yang diselenggarakan pada 12 April 2015- 4 Mei 2015 bertujuan untuk menggugah rasa kepedulian warga KMFP UNPAD agar lebih peduli terhadap kemajuan Fakultas Pertanian baik dari segi sarana dan prasarana kampus, pelayanan terhadap mahasiswa serta lainnya. Selain itu juga sebagai salah satu sarana penjaringan aspirasi. Lomba Foto ini dimenangkan oleh Kang Nibras Hanif dari agroteknologi 2012 dan Ceu Munida Hasna dari agribisnis 2014.

 

STUDY BANDING 4 BPM 

   

    

Study banding 4 BPM dilaksanakan pada hari Rabu 16 September 2015. Peserta kegiatan ini adalah 4 BPM dari Fakultas yang berbeda, yakni: BPM KMFP, BPM GEOLOGI, BPM FARMASI, dan BPM FIKOM. Study banding ini dilaksanakan di RSG Dekanat Faperta.
Adapun yang dilakukan dalam study banding ini adalah presentasi mengenai BPM masing-masing, selanjutnya dilakukan diskusi setiap bidang. Bidang-bidang ini mencakup 4 bidang, yaitu: aspirasi, keuangan, legislasi, pengawasan. Akhir kegiatan ini adalah foto bersama yang dilanjut dengan ramah tamah. Kegiatan ini akan berlanjut setiap tahunnya agar sillaturrahim antar lembaga tidak terputus

Study Banding BPM UNSWAGATI

   

   
Pada hari Jumat 17 April 2015 BPM KMFP Unpad kedatangan tamu dari Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon. BPM UNSWAGATI bermaksud melakukan studi banding ke BPM KMFP Unpad. Acara studi banding ini dilaksanakan di Sekretariat BPM KMFP Unpad dan Ruang Serbaguna Gedung Dekanat Faperta Unpad dari jam 16.00 sampai jam 19.00.

Dalam acara studi banding ini membahas mengenai hal-hal yang terkait dengan Legislatif. Pembahasan mengenai tentang: AD ART KMFP Unpad, Undang-undang yang berlaku di KMFP Unpad, dan selanjutnya diskusi. Adapun hasil yang didapat dari studi banding ini adalah didapatnya informasi dan pelajaran mengenai kelegislatifan yang diterapkan oleh BPM Faperta Unswagati. 

UPGRADING I BPM KMFP

   

Pada tanggal 1 Maret 2015 BPM KMFP mengadakan Upgrading 1. Acara Upgrading ini merupakan acara rutin yang dilakukan BPM KMFP untuk pencerdasan mengenai kelegislatifan sehingga dapat meningkatkan kinerja anggota. Dalam satu periode kepengurusan upgrading bisa dilakukan beberapa kali.
Pada upgrading 1 ini membahas dan mengesahkan kode etik dan tata tertib BPM KMFP. Setelah itu upgrading dilanjut dengan materi mengenai kelegislatifan, auditing budgeting, aspirasi advokasi, pendampingan pengawasan dan materi umum mengenai kemahasiswaan. Materi-materi ini disampaikan oleh para pemateri yang sudah berpengalaman. Setelah materi kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan kebersamaan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan di dalam internal BPM KMFP

Pada tanggal 26-29 Desember 2015 Anggota Muda Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PMPR & PG) MAHATVA Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah berhasil melakukan perjalanan penyusuran pantai selama 4 hari dimulai dari Pantai Cikawung sampai dengan Pantai Tanjung Lesung dengan menempuh jarak 54,7 kilometer.
Beranggotakan 5 orang, tim yang diketuai oleh Agung Muhammad Yusuf dan Miftah W. Hidayat sebagai Komandan Operasi ini melakukan perjalanan untuk mendapatkan Nomor Pokok Anggota Mahatva (NPA-M), mengaplikasikan ilmu kealamterbukaan yang sudah didapat dari Pendidikan Dasar Mahatva (PDM) dan Program Pelatihan dan Pemantapan (Proglantap) serta untuk mengetahui kondisi jalur dan potensi tersembunyi yang terdapat pada Pantai Barat Pandeglang yang dapat menjadi pariwisata unggulan di daerah tersebut.

“Pada perjalanan ini kami melewati berbagai kondisi jalur yang diantaranya pasir putih, pasir hitam, batuan, batu karang, 14 muara yang di mana kami melakukan penyeberangan basah pada 2 muara, dan 5 tebing yang curam yang terdapat di bibir pantai desa tanjung jaya. Perjalanan ini sangat melatih scientific skill, tactical skill dan mountaineering skill yang telah kami pelajari”, jelas Agung Muhammad Yusuf sebagai Ketua Tim.

Masih asrinya Pantai Barat Pandeglang membuat masyarakat dan investor bekerja sama untuk memanfaatkan keindahan alam untuk menarik perhatian wisatawan domestik ataupun asing agar berkunjung ke desa mereka. Namun, publikasi yang masih kurang menjadikan daerah ini belum diketahui oleh masyarakat umum. Selain melakukan penyusuran pantai, tim ini juga melakukan kajian tentang perubahan sosial masyarakat akibat kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Tanjung Jaya pada tanggal 30 dan 31 Desember 2015 yang menjadi sebuah harapan besar masyarakat sekitar untuk memajukan desanya. 

Rilis oleh : Adinda Humaira (PERSMA GENERA Faperta Unpad )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan kealamaterbukaan merupakan sebuah aktivitas yang memiliki risiko kecelakaan lebih besar dibanding dengan kegiatan di dalam ruangan. Risiko atau bahaya tersebut dapat berasal dari diri sendiri, maupun berasal dari lingkungan ataupun faktor luar lainnya. Tentunya risiko tersebut merupakan hal yang mutlak akan selalu ada dalam setiap kegiatan, namun keberadaannya dapat dihindari atau pun diminimalisir. Persiapan yang matang serta pengenalan mengenai medan dan kemungkinan risiko lapangan yang dapat terjadi, merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum berkegiatan di alam terbuka.
Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PMPR & PG Mahatva) merupakan sebuah organisasi yang berbasis kealamterbukaan, pelestarian lingkungan, dan peduli kemanusiaan yang berada di lingkungan fakultas pertanian. Walaupun dasar organisasi tidak berkaitan langsung dengan bidang kesehatan dan medis, anggota Mahatva tetap dibekali dengan ilmu pertolongan pertama gawat darurat kegiatan alam terbukan (PPGD-KAT).
Keterampilan dan pengetahuan mengenai tindakan medis dasar harus dikuasai oleh setiap anggotanya untuk menghindari cidera lebih lanjut ketika kejadian gawat daruat terjadi. Kejadian tersebut dapat terjadi ketika berkegiatan di alam terbuka, saat menjadi relawan bencana, maupun di kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Emergency First Responder Training merupakan sebuah pelatihan pertolongan pertama gawat darurat yang diselenggarakan oleh Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Penanggulangan Bencana Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 10-11 Oktober 2015 bertempat di Cibinong, Bogor. Peserta kegiatan ini bervariasi mulai dari dokter, tenaga medis keperawatan, volunteer LSM, sampai dengan penggiat alam terbuka.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan peserta di bidang penanganan gawat darurat. Setelahnya peserta diharapkan dapat menjadi penolong pertama yang dapat memberikan pertolongan sedini mungkin dengan tata laksana penanganan yang tepat sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan tubuh akibat penanganan yang salah. Materi yang dipelajari adalah bantuan hidup dasar, tata laksana penanganan cidera, serta manajemen bencana. Ilmu dan keterampilan tersebut tidak hanya dapat diaplikasikan di kegiatan alam terbuka, namun juga dalam kegiatan sehari-hari.
Pendelegasian anggota Mahatva pada kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan dan mengasah ilmu serta keterampilan lanjutan medis dasar. Pelatihan medis dasar sebelumnya telah diajarkan pada program pendidikan dan lanjutan di masa kaderisasi. Melalui kegiatan ini, delegasi Mahatva tersebut diharapkan dapat menjadi tutor sebaya bagi anggota lainnya maupun bagi warga lingkungan fakultas pertanian dalam pemantapan keterampilan medis dasar.

Ekspedisi anggota muda MAHATVA merupakan tahap akhir dari pola pembinaan anggota muda. Dimana mereka melakukan suatu rangkaian ekspedisi ke suatu tempat yang tahap perencanaan dan pelaksanaannya diatur sendiri oleh anggota muda. Dalam kesempatan ini anggota muda MAHATVA anggkatan KALAJENGKING yang beranggotakan enam orang (Tim 1) melakukan ekspedisi ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Tim 1 KALAJENGKING yang beranggotakan Dwika, Deviana, Afif, Wisnu, Anggita dan Fakhri (di foto dari kiri ke kanan) memilih TNGHS sebagai tempat tujuan ekspedisi mereka. TNGHS merupakan merupakan salah satu dari 50 taman nasional yang memiliki potensi biodiversity sangat tinggi. Disana juga terdapat Desa enclave Kesepuhan Ciptagelar yang unik. Desa enclave merupakan desa yang dimana masyarakat didalamnya hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya di dalam kawasan taman nasional. Latar belakang itulah yang menyebabkan TNGHS menarik perhatian untuk dikaji, dijelajahi dan dijadikan tempat tujuan Ekspedisi mereka.

Tim 1 KALAJENGKING melakukan ekspedisi dari tanggal 27 Agustus sampai dengan 3 September 2015, kurang lebih 4 hari operasi di kawasan TNGHS. Keberangkatan berawal dari Sekretariat PMPR & PG MAHATVA lalu tim menuju balai TNGHS yang berada di Kabandungan Kabupaten Sukabumi. Di kawasan TNGHS Tim berjalan melewati beberapa medan seperti perkebunan teh, hutan dan jalan setapak hingga menyusuri sungai untuk menuju Desa Kasepuhan Ciptagelar.
Ketika di lapangan tim melewati Cikaniki Research Station yang merupakan pusat penelitian berbagai macam flora dan fauna di dalam kawasan TNGHS. Hari ketiga dilapangan tim sampai di Desa Kasepuhan Ciptagelar. Disana tim disambut hangat oleh warga desa sekitar dan melakukan pengkajian serta observasi kurang lebih selama 2 hari. Tim berkunjung terlebih dulu ke ketua adat Desa Ciptagelar atau warga setempat menyebutnya Abah untuk meminta izin beraktifitas di Desa selama ekspedisi.
Disana tim melakukan pengkajian tentang pengaruh perubahan status taman nasional di desa tersebut, dari mulai observasi dan wawanacara untuk pengambilan data langsung di lapangan. Sekilas tentang Desa Kasepuhan Ciptagelar merupakan desa yang mandiri, mereka tidak banyak menerima bantuan dari pemerintah disana. Tetapi mereka memiliki fasilitas PLTA yang dibangun dari hasil tabungan mereka dan bantuan dari pihak swasta. Kegiatan pokok mereka disana yaitu bertani hal ini dikarenakan seluruh warga Desa Ciptagelar harus menanam padi disana untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Adat masyarakat Desa Ciptagelar masih sangat kental, budaya gotong royong terlihat dari aktifitas mereka sehari – hari dalam berkegiatan. Ketika musim tanam, wanita di desa itu membuat makanan dan minuman untuk pria yang berkegiatan di sawah. Cuaca disana sangat sejuk, didukung oleh pemandangan yang indah oleh hamparan sawah dan bentangan pegunungan membuat tim ingin berlama-lama di Desa Ciptagelar.
Setelah data dirasa cukup, tim kembali melakukan perjalanan untuk pulang menuju Balai TNGHS yang merupakan titik akhir dari rangkaian ekspedisi mereka. Sesaimpainya di Balai tim beristirahat sejenak, menuggu transport untuk menjemput mereka dan pulang kembali ke Sekretariat PMPR & PG MAHATVA Fakultas Pertanian UNPAD. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang tim dapatkan selama disana, sepulang dari ekspedisi tim mengolah data hasil perjalanan mereka selama dilapangan baik operasi maupun kajian untuk dibuat laporan dan dibukukan.

Kegiatan Pembukaan 16 Tahun Klintan Mengabdi yang digelar pada Kamis lalu (16/05) merupakan salah satu rangkain acara Milad Klintan yang ke-16 yang Desa Cileles. Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan dilaksanakan bertempat di salah satu rumah warga, yaitu Bapak Ai selaku anggota kelompok tani Cileles Jaya. 

Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat sekitar ini menghadirkan pemateri Vira Kusuma Dewi, SP., M.Sc., Ph.D selaku dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Pemaparan dan pengenalan yang dilakukan mengenai “Pemanfaatan Tanaman Refugia dalam Konservasi Musuh Alami pada Tanaman Padi”. Kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan yang diskusi dan berbagi informasi serta keluhan yang dialami oleh para petani.
Acara yang bertemakan pengendalian secara biologis dan ramah lingkungan ini dilakukan karena meninjau dari pengolahan lahan tani yang bersifat semi-organik. Dimana penggunaan bahan kimia yang sangat sedikit. Selain itu, kondisi alam yang masih asri dan bersih menyebabkan masyarakat memiliki keinginan membuat sebuah peluang usaha lain yaitu menjadikan lahan padi menjadi areal agrowisata.

Himpunan Mahasiswa Klinik Tanaman Faperta bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan (Himatan) Faperta Unpad pada hari Sabtu, 13 Oktober 2018 di Dusun Pasirkaliki Desa Genteng telah mengadakan penyuluhan yang  bertemakan “Pengaruh dan pengecekan pH di lahan” dalam salah satu rangkaian acara 15 Tahun Klintan Mengabdi dengan pemateri Irwantha Sihombing (Agro 2015).

Kegiatan ini dilakukan guna memberikan informasi penanganan permasalahan pH tanah khususnya di lahan pertanaman. Hal ini penting untuk dilakukan karena Dusun Pasirkaliki diketahui sebagai dusun potensial dalam memproduksi komuditas hortikultura seperti cabai dan tomat.

Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat khususnya yang berprofesi pada bidang pertanian dapat memahami dan mengaplikasikan pengurukuran pH pada lahan pertanian juga dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.

Narahubung

  • Line     : krupuk2/ najma.sq
  • WA     : 085846446013 (Nining)/ 08818294670 (Najma)
  • Telpon : 082128600237 (Nining)/ 08818294670 (Najma)

3

Bertempat di Dusun Pasirkaliki Desa Genteng pada Senin, 23 Juli 2018 lalu Himpunan Klinik Tanaman Faperta Unpad mengadakan kegiatan penyuluhan yang bertemakan “Pengendalian Lalat Buah pada Tanaman Cabai dengan Menggunakan Atraktan” yang adalah salah satu rangkaian kegiatan 15 Tahun Klintan Mengabdi dengan pemateri Dr. Agus Susanto, SP., M.Si.

Antusiasme peserta dalam kegiatan ini terlihat dari peran aktif masyarakat dalam bertanya dan juga jumlah peserta yang hadir. Tidak hanya dari kalangan masyarakat, beberapa Dosen Fakultas Pertanian Unpad turut hadir dalam acara ini.

Materi yang disampaikan adalah pemanfaatan Atraktan sebagai upaya pengendalian Lalat Buah. Hal ini disebabkan Dusun Pasirkaliki diketahui menjadi salah satu dusun potensial dalam memproduksi cabai dan tomat yang rentan terjangkit lalat buah. Namun, dalam pengendalianya masyarakat masih mengandalkan pestisida untuk mengendalikan hama tersebut. Sehingga dibutuhkan pemberian edukasi tentang pengendalian alternatif yang ramah lingkungan dan dapat menekan pemberian pestisida secara berlebihan.

Narahubung
Line : krupuk2/ najma.sq
WA : 085846446013 (Nining)/ 08818294670 (Najma)
Telpon : 082128600237 (Nining)/ 08818294670 (Najma)

Proses Pembuatan Lilin Aroma Terapi

“Pempro Training”
Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma Terapi Pengusir Nyamuk
Kali ini event Pempro Training yang dislenggarakan oleh Divisi Pengembangan Produk Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Padjajaran mengambil tema tentang urban pest. Apa itu urban pest? Urban pest adalah serangga yang hidup berdampingan dengan manusia yang keberadaannya dianggap mengganggu dan merugikan sehingga dapat disebut hama, tutur Neng Sri Wedayani. Topik yang dipilih dalam kesempatan tersebut adalah “Pembuatan Lilin Aroma Terapi Pengusir Nyamuk”.
Pembuatan lilin aroma terapi ini sangat mudah dan tidak memakan waktu lama. Bahan dan alat yang diperlukan pun sangat sederhana seperti, paraffin solid, pewarna lilin, pewangi yang repellent terhadap nyamuk contoh (lavender essence, dan jeruk limau essence), wadah dan kompor. Anggota-anggota dari divisi Pengembangan Produk Klinik Tanaman mengajarkan proses pembuatannya kepada para peserta training yang diikuti oleh Anggota Muda Klinik Tanaman, Pengurus Harian Klinik Tanaman, dan beberapa anggota Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) dari ITB.
Tahap pembuatan lilin aroma terapi ini diawali dengan memanaskan paraffin solid untuk mendapatkan bahan lilin cair. Setelah mencair, masukan pewarna lilin untuk menambah nilai estetik dari lilin tersebut. Dalam pemberian pewarna lilin tersebut, tidak terdapat takaran yang pasti, namun untuk mendapatkan warna yang indah hanya perlu menambahkan sedikit saja pewarna lilin, karena jika terlalu banyak maka warna yang dihasilkan akan berwarna lebih gelap. Pewarna lilin dan paraffin di aduk sambil dipanaskan, jika dirasa sudah tercampur angkat bahan tersebut dengan menggunakan kain kemudian tuangkan ke dalam cetakan yang sudah terdapat sumbu yang terbuat dari benang kasur dan ujung benang diikatkan pada sebatang lidi. Untuk aroma yang dihasilkan oleh lilin tersebut dapat menggunakan essens cair yang diteteskan secukupnya ke dalam lilin tersebut. Tunggu sampai lilin tersebut mengeras, kemudian lilin sudah siap di gunakan.
Antusiasme para peserta training meningkat ketika seluruh peserta diberikan kesempatan untuk mencoba membuat lilin aroma terapi dengan kreatifitasnya sendiri. Hasil dari karya tiap peserta di nilai oleh panitia, lilin yang paling rapih, cantik, dan menariklah yang memenangkan penilaian juri. Event “Pempro training kali ini menambah wawasan saya tentang urban pest yang ternyata pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti ini” ujar Maura salah satu peserta pempro training. (Khairunissa Ainun/AM)

KAJIAN ILMIAH “DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP POPULASI HAMA PADA TANAMAN SAYURAN“

Pada hari Kamis, 17 September 2015 Divisi Penalaran Pertanian (LARPA) Klinik Tanaman HPT Faperta Unpad mengadakan kegiatan Kajian Ilmiah yang merupakan salah satu agenda rutin yang ditujukkan untuk seluruh Anggota Klinik Tanaman. Tema pada kajian kali ini adalah “Dampak Perubahan Iklim terhadap Populasi Hama” dengan pemateri Dr. Agus Susanto, SP., M.Si. Kegiatan yang dilakukan berupa diskusi mengenai populasi hama yang ditemukan pada tanaman sayuran di daerah Jawa Barat.
Pada kegiatan ini dilakukan di Ruang Kuliah lantai 2 Gedung Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Unpad, Jatinangor. Kegiatan ini dihadiri oleh para Anggota Muda dan Pengurus Harian Klinik Tanaman (PHKT) yang dipandu oleh Arya sebagai moderator. Acara ini diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana yaitu Ulfah Khaerullah.
Pada kajian ini, bapak Agus memaparkan materi tentang perubahan temperatur yang dapat menyebabkan fluktuasi populasi hama pada daerah tersebut. Beliau menuturkan bahwa pada musim kemarau, hama yang menyerang tanaman bawang seperti Spodoptera oxigua dapat menghabiskan satu lahan tanaman bawang dalam kurun waktu tiga hari, dan apabila hama tersebut tidak dikendalikan secara terpadu maka akan menimbulkan kerugian yang amat besar. Untuk mengendalikan pelonjakan OPT yang diakibatkan oleh naiknya temperatur tersebut perlu dilakukan pengendalian secara terpadu. Adanya ambang batas ekonomi menjadikan batasan dalam pengendalian tersebut, sehingga pengendalian OPT tidak identik dengan pestisida sintetik. Hal tersebut selaras dengan yang dituturkan oleh Pak Agus “Dalam pengendalian OPT ini tidak langsung menggunakan pestisida, perlu adanya pengendalian secara terpadu, karena pestisda pun dapat memiliki dampak buruk”
Setelah pemaparan tersebut peserta diberi kesematan untuk berdiskusi dan mengkaji permasalahan yang ada dalam topik tersebut. Para peserta sangat antusias dalam bertanya kepada pemateri. Acara diakhiri oleh moderator dengan kesimpulan dari hasil diskusi tersebut, dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada pemateri sebagai tanda terima kasih sekaligus penutup kegiatan kajian ilmiah kali ini. Diharapkan dengan diadakannya acara kajian ilmiah ini ilmu yang telah diberikan dapat meningkatkan wawasan anggota Klinik Tanaman.
Penulis : Ibrahim Aji (Anggota Muda Klinik Tanaman)

Acara penutupan abdi desa bersama perangkat Desa Genteng

Abdi Desa Klinik Tanaman Unpad
“Belajar dari Masyarakat”
Abdi desa (Abdes) merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan Himpunan Keprofesian Klinik Tanaman dalam rangkaian Masa Kaderisasi Klinik Tanaman XIII. Mahasiswa berperan untuk melakukan pengabdian masyrakat sebagai salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada tahun ini, abdi desa diselenggarakan selama satu bulan yaitu mulai tanggal 27 Juli sampai 26 Agustus 2015 di Desa Genteng, Kabupaten Sumedang. Abdi desa ini diikuti oleh 36 anggota muda yang di bagi ke tiga dusun berbeda yaitu Dusun Genteng, Dusun Sukasari dan Dusun Karangsari. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan para anggota muda mengenai pertanian di lapangan serta menggali informasi dan masalah – masalah pertanian.
Selama satu bulan, para anggota muda berbaur dengan warga setempat dan mengikuti kegiatan warga di dusun tersebut. Desa Genteng merupakan desa yang sebagian besar penduduknya petani. Sehingga sebagian besar kegiatan yang di lakukan berhubungan erat dengan pertanian, terutama dalam hal pengendalian OPT.
Tanaman yang banyak dibudidayakan di Desa Genteng yaitu palawija, sayuran, kopi dan tembakau. Kegiatan budidaya hingga pengolahan pasca panen pun diikuti oleh para anggota muda, sehingga mereka mendapat kesempatan untuk saling bertukar ilmu dengan warga setempat.

klintan

Selain kegiatan pertanian, terdapat beberapa kegiatan seperti mengisi acara di sekolah dan madrasah desa setempat. Anak – anak dan warga setempat sangat antusias dengan kedatangan para anggota muda. “Banyak pengalaman yang di dapat dari abdi desa ini, selain belajar hidup bermasyarakat banyak juga ilmu yang di dapat” Ujar Feisal sebagai Ketua Pelaksana MKKT XIII. Diharapkan dengan kegiatan ini para anggota muda dapat terbuka wawsannya dan dapat berperan nyata dalam pertanian di Indonesia. Sehingga kedepannya diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut sehingga terjalinnya kerjasama yang erat dengan Desa Genteng.
Penulis : Irfanti (Humas Klinik Tanaman)

Pengguna

Masuk