Pada tanggal 28 November 2015 BPM KMFP UNPAD kedatangan tamu dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakutas Pertanian Institut Pertanian Bogor (DPM FAPERTA IPB). Kedatangan mereka kesini bertujuan untuk study banding dengan BPM KMFP. Dalam acara ini dilakukan perkenalan dan sharing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan BPM dan lembaga kemahasiswaan di Fakultas. Sharing dilakukan cukup lama yakni dari jam 9 sampai jam 12. Setelah itu dilakukan ishoma dan perpisahan.

SAWARA atau Sekolah Wakil Rakyat dilaksanakan pada 18 Oktober 2015 di SC Faperta lantai 2. Acara yang bertemakan The Miracle of Speaker ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai kelegislatifan baik di tingkat kampus maupun di tingkat nasional. Pemateri dalam acara Sawara ini adalah Bapak Ir. Arif Minardi (Anggota Komisi IX DPR RI 2009-2014), Bapak Toto Siswantara (Staff Ahli Komisi IX DPR RI 2009-2014), Kang Mochammad Nur Ramdhani (Ketua Komisi II BPM KEMA Unpad), dan Ceu Nora Heydiana Maharani (Ketua BPM KMFP Prospektif 2013-2014, Anggota Komisi III BPM KEMA Unpad). Sedangkan peserta kegiatan adalah seluruh warga KMFP angkatan 2013-2015.
Dalam acara ini pertama-tama para pemateri pemaparkan mengenai kelegislatifan beserta pengalaman-pengalaman mereka selama menjadi anggota legislatif. Setelah itu dilanjutkan dengan focus grup discussion mengenai penyelesaian masalah-masalah yang ada di fakultas melalui berbagai fungsi dan wewenang lembaga legislatif. Dari kegiatan ini peserta tidak hanya paham materi, tetapi juga dapat menerapkannya di lingkungan fakultas.

Pada tanggal 2 Oktober 2015 BPM KMFP bersama Ketua Tim Ad hoc melakukan pelatihan legal drafting di Sekretariat BPM KMFP. Pemateri dari pelatihan ini adalah Kang Michael Darari yang merupakan Ketua BPM Fakultas Hukum Unpad. Kegiatan ini berbentuk diskusi mengenai legal drafting yang seharusnya dan legal drafting yang telah ada di KMFP. Dari pelatihan ini kami mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai legal drafting, sehingga jadi lebih memahami bagaimana legal drafting yang benar.

Penjaringan Aspirasi ke Sekretariat Mahatva

Pada tanggal 30 September 2015 BPM KMFP mengadakan Hari Aspirasi. Hari Aspirasi merupakan kegiatan rutin BPM KMFP yang bertujuan untuk menampung aspirasi dari seluruh mahasiswa KMFP mengenai berbagai hal di Fakultas Pertanian. Penjaringan aspirasi dilakukan dengan berbagai cara seperti membuka stand aspirasi di koridor, merekam dan membuat video aspirasi, berkunjung ke sekretariat Lembaga Kemahasiswaan, lalu ada juga yang menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada senator BPM KMFP.
Pada stand aspirasi, mahasiswa dapat menuliskan aspirasinya di selembar kertas yang telah disediakan. Rekaman dan video aspirasi dibuat oleh senator dan orang yang menyampaikan aspirasi tersebut. Orang yang menyampaikan aspirasi disini tidak hanya mahasiswa, tetapi juga karyawan dan alumni. Selain penjaringan aspirasi dilakukan juga pelaporan advokasi. Laporan advokasi ini berupa pemberitahuan hasil advokasi BPM ke Dekanat mengenai aspirasi mahasiswa. Pelaporan hasil advokasi ini ditujukan untuk warga KMFP agar mereka tahu bagaimana tindak lanjut aspirasi yang telah mereka sampaikan.

Pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2015 BPM KMFP mengadakan acara Family Gathering di Pagjugjugan, Sumedang. Acara ini merupakan agenda dari Komisi IV selaku komisi yang berwenang melakukan penilaian internal dan kaderisasi. Family gathering termasuk dalam agenda kegiatan kaderisasi, dimana tujuannya adalah untuk lebih mengakrabkan antar senator. Maka dari itu dalam acara ini lebih banyak kegiatan permainan dalam team dan sharing. Dalam kegiatan sharing ada juga sharing bersama alumni BPM KMFP yaitu Ceu Tresna Kusuma Putri SP. (Agro 2011) dan Ceu Elis Nuraini (Agro 2012).


rangkaianacara1

PELATIHAN PEMIRA

Pelatihan Pemira diselenggarakan pada 28 September 2015 oleh BPM KMFP Unpad kepada pengurus baru Badan Pekerja Pemilihan Raya Mahasiswa dan Musyawarah Bebar KMFP Unpad atau yang biasa disebut panitia BP Pemira dan Mubes. Pelatihan ini bertujuan untuk pembelajaran awal bagi panitia agar mengerti arah gerak kepanitiaan BP Pemira dan Mubes. Pelatihan ini dibina oleh kang Billy yang pernah menjabat sebagai kordinator pada kepanitiaan Pemilihan Raya KEMA Unpad.

rangkaianacara2

LEGISLATIVE SHARING SYSTEM BERSAMA DPM REMA UPI, BANDUNG

Legislative Sharing System atau Studi Banding bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia kami lakukan pada 25 Oktober 2015 untuk mempelajari sistem Republik yang saat ini digunakan oleh kemahasiswaan di UPI. Studi banding bersama DPM REMA UPI ini membuat kami lebih mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan pada sistem Keluarga Mahasiswa yang digunakan oleh kemahasiswaan Unpad dan sistem Republik Mahasiswa yang diterapkan oleh kemahasiswaan UPI. Kami mendapat perbandingan dari kedua sistem kemahasiswaan tersebut. Diharap kedepannya BPM KMFP Unpad dapat mempertimbangkan sistem kemahasiswaan yang paling tepat untuk KMFP Unpad yang lebih baik. Kegiatan ini kami lakukan bersama dengan mahasiswa baru yang sedang dalam program Pengenalan Organisasi Pertanian di BPM KMFP Unpad.

rangkaianacara3

CLOSING CEREMONY

Closing ceremony merupakan kegiatan perpisahan senator BPM KMFP Unpad dengan mahasiswa baru angkatan 2015 yang menjalani program Pengenalan Organisasi Pertanian di BPM KMFP Unpad. Dalam kegiatan ini, kami senator BPM KMFP Unpad menanyakan kesan dan pesan selama proses magang berlangsung. Harapan dari kegiatan ini adalah terkadernya mahasiswa baru yang magang ke BPM KMFP Unpad agar dapat menjadi senator BPM KMFP Unpad kedepannya.

Welcoming Ceremony BPM KMFP merupakan acara BPM untuk menyambut akang euceu yang sedang dalam program Pengenalan Organisasi Pertanian (POP) di Masa Bimbingan 2015. Terdapat 16 orang dari program POP ini, yaitu: Anggun Nadia, Arina Sabila, Elsa Yulianita, Fuji A. Fauziah, Jihan Zaim, Muhammad Iqbal Tajjudin, Novia Wihdya, Rini Anggraeni, Sherly, Sri Rahayu, Tawada Munthe, Tessa Prima D, Tiwi Ully, Widya N.P, Yassirly Amridha, dan Yudistira Haikal. Keenam belas orang ini kemudian disebar ke dalam 3 komisi di BPM KMFP.
Acara yang berlangsung di SC Faperta pada tanggal 12 Oktober 2015 ini merupakan acara semi formal dengan susunan acara perkenalan diri, pengenalan mengenai BPM KMFP, dan kumpul komisi. Pada agenda kumpul komisi dibahas mengenai tugas pokok dan fungsi komisi masing-masing, sehingga pencerdasan mengenai BPM bisa lebih mendalam dan terfokus. Setelah acara ini diharapkan peserta POP dapat lebih mudah memahami BPM KMFP.

CLOSE UP WITH BPM ATHENA

   

      

Close Up With BPM ATHENA adalah acara open house BPM KMFP UNPAD. Acara yang diselenggarakan pada Rabu 6 Mei 2015 ini bertujuan untuk memperkenalkan BPM kepada seluruh Lembaga Kemahasiswaan dan warga KMFP. Acara ini juga dihadiri oleh Pak Noladhi selaku P2K2M. Dalam acara ini hal-hal mengenai BPM dipaparkan oleh setiap komisi dan Ketua BPM.

Pada acara ini diumumkan juga pemenang Lomba Foto yang bertema Aspirasiku Di Langit Faperta. Lomba foto yang diselenggarakan pada 12 April 2015- 4 Mei 2015 bertujuan untuk menggugah rasa kepedulian warga KMFP UNPAD agar lebih peduli terhadap kemajuan Fakultas Pertanian baik dari segi sarana dan prasarana kampus, pelayanan terhadap mahasiswa serta lainnya. Selain itu juga sebagai salah satu sarana penjaringan aspirasi. Lomba Foto ini dimenangkan oleh Kang Nibras Hanif dari agroteknologi 2012 dan Ceu Munida Hasna dari agribisnis 2014.

 

STUDY BANDING 4 BPM 

   

    

Study banding 4 BPM dilaksanakan pada hari Rabu 16 September 2015. Peserta kegiatan ini adalah 4 BPM dari Fakultas yang berbeda, yakni: BPM KMFP, BPM GEOLOGI, BPM FARMASI, dan BPM FIKOM. Study banding ini dilaksanakan di RSG Dekanat Faperta.
Adapun yang dilakukan dalam study banding ini adalah presentasi mengenai BPM masing-masing, selanjutnya dilakukan diskusi setiap bidang. Bidang-bidang ini mencakup 4 bidang, yaitu: aspirasi, keuangan, legislasi, pengawasan. Akhir kegiatan ini adalah foto bersama yang dilanjut dengan ramah tamah. Kegiatan ini akan berlanjut setiap tahunnya agar sillaturrahim antar lembaga tidak terputus

Study Banding BPM UNSWAGATI

   

   
Pada hari Jumat 17 April 2015 BPM KMFP Unpad kedatangan tamu dari Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon. BPM UNSWAGATI bermaksud melakukan studi banding ke BPM KMFP Unpad. Acara studi banding ini dilaksanakan di Sekretariat BPM KMFP Unpad dan Ruang Serbaguna Gedung Dekanat Faperta Unpad dari jam 16.00 sampai jam 19.00.

Dalam acara studi banding ini membahas mengenai hal-hal yang terkait dengan Legislatif. Pembahasan mengenai tentang: AD ART KMFP Unpad, Undang-undang yang berlaku di KMFP Unpad, dan selanjutnya diskusi. Adapun hasil yang didapat dari studi banding ini adalah didapatnya informasi dan pelajaran mengenai kelegislatifan yang diterapkan oleh BPM Faperta Unswagati. 

UPGRADING I BPM KMFP

   

Pada tanggal 1 Maret 2015 BPM KMFP mengadakan Upgrading 1. Acara Upgrading ini merupakan acara rutin yang dilakukan BPM KMFP untuk pencerdasan mengenai kelegislatifan sehingga dapat meningkatkan kinerja anggota. Dalam satu periode kepengurusan upgrading bisa dilakukan beberapa kali.
Pada upgrading 1 ini membahas dan mengesahkan kode etik dan tata tertib BPM KMFP. Setelah itu upgrading dilanjut dengan materi mengenai kelegislatifan, auditing budgeting, aspirasi advokasi, pendampingan pengawasan dan materi umum mengenai kemahasiswaan. Materi-materi ini disampaikan oleh para pemateri yang sudah berpengalaman. Setelah materi kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan kebersamaan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan di dalam internal BPM KMFP

Pada tanggal 26-29 Desember 2015 Anggota Muda Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PMPR & PG) MAHATVA Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah berhasil melakukan perjalanan penyusuran pantai selama 4 hari dimulai dari Pantai Cikawung sampai dengan Pantai Tanjung Lesung dengan menempuh jarak 54,7 kilometer.
Beranggotakan 5 orang, tim yang diketuai oleh Agung Muhammad Yusuf dan Miftah W. Hidayat sebagai Komandan Operasi ini melakukan perjalanan untuk mendapatkan Nomor Pokok Anggota Mahatva (NPA-M), mengaplikasikan ilmu kealamterbukaan yang sudah didapat dari Pendidikan Dasar Mahatva (PDM) dan Program Pelatihan dan Pemantapan (Proglantap) serta untuk mengetahui kondisi jalur dan potensi tersembunyi yang terdapat pada Pantai Barat Pandeglang yang dapat menjadi pariwisata unggulan di daerah tersebut.

“Pada perjalanan ini kami melewati berbagai kondisi jalur yang diantaranya pasir putih, pasir hitam, batuan, batu karang, 14 muara yang di mana kami melakukan penyeberangan basah pada 2 muara, dan 5 tebing yang curam yang terdapat di bibir pantai desa tanjung jaya. Perjalanan ini sangat melatih scientific skill, tactical skill dan mountaineering skill yang telah kami pelajari”, jelas Agung Muhammad Yusuf sebagai Ketua Tim.

Masih asrinya Pantai Barat Pandeglang membuat masyarakat dan investor bekerja sama untuk memanfaatkan keindahan alam untuk menarik perhatian wisatawan domestik ataupun asing agar berkunjung ke desa mereka. Namun, publikasi yang masih kurang menjadikan daerah ini belum diketahui oleh masyarakat umum. Selain melakukan penyusuran pantai, tim ini juga melakukan kajian tentang perubahan sosial masyarakat akibat kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Tanjung Jaya pada tanggal 30 dan 31 Desember 2015 yang menjadi sebuah harapan besar masyarakat sekitar untuk memajukan desanya. 

Rilis oleh : Adinda Humaira (PERSMA GENERA Faperta Unpad )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan kealamaterbukaan merupakan sebuah aktivitas yang memiliki risiko kecelakaan lebih besar dibanding dengan kegiatan di dalam ruangan. Risiko atau bahaya tersebut dapat berasal dari diri sendiri, maupun berasal dari lingkungan ataupun faktor luar lainnya. Tentunya risiko tersebut merupakan hal yang mutlak akan selalu ada dalam setiap kegiatan, namun keberadaannya dapat dihindari atau pun diminimalisir. Persiapan yang matang serta pengenalan mengenai medan dan kemungkinan risiko lapangan yang dapat terjadi, merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum berkegiatan di alam terbuka.
Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PMPR & PG Mahatva) merupakan sebuah organisasi yang berbasis kealamterbukaan, pelestarian lingkungan, dan peduli kemanusiaan yang berada di lingkungan fakultas pertanian. Walaupun dasar organisasi tidak berkaitan langsung dengan bidang kesehatan dan medis, anggota Mahatva tetap dibekali dengan ilmu pertolongan pertama gawat darurat kegiatan alam terbukan (PPGD-KAT).
Keterampilan dan pengetahuan mengenai tindakan medis dasar harus dikuasai oleh setiap anggotanya untuk menghindari cidera lebih lanjut ketika kejadian gawat daruat terjadi. Kejadian tersebut dapat terjadi ketika berkegiatan di alam terbuka, saat menjadi relawan bencana, maupun di kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Emergency First Responder Training merupakan sebuah pelatihan pertolongan pertama gawat darurat yang diselenggarakan oleh Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Penanggulangan Bencana Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 10-11 Oktober 2015 bertempat di Cibinong, Bogor. Peserta kegiatan ini bervariasi mulai dari dokter, tenaga medis keperawatan, volunteer LSM, sampai dengan penggiat alam terbuka.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan peserta di bidang penanganan gawat darurat. Setelahnya peserta diharapkan dapat menjadi penolong pertama yang dapat memberikan pertolongan sedini mungkin dengan tata laksana penanganan yang tepat sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan tubuh akibat penanganan yang salah. Materi yang dipelajari adalah bantuan hidup dasar, tata laksana penanganan cidera, serta manajemen bencana. Ilmu dan keterampilan tersebut tidak hanya dapat diaplikasikan di kegiatan alam terbuka, namun juga dalam kegiatan sehari-hari.
Pendelegasian anggota Mahatva pada kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan dan mengasah ilmu serta keterampilan lanjutan medis dasar. Pelatihan medis dasar sebelumnya telah diajarkan pada program pendidikan dan lanjutan di masa kaderisasi. Melalui kegiatan ini, delegasi Mahatva tersebut diharapkan dapat menjadi tutor sebaya bagi anggota lainnya maupun bagi warga lingkungan fakultas pertanian dalam pemantapan keterampilan medis dasar.

Ekspedisi anggota muda MAHATVA merupakan tahap akhir dari pola pembinaan anggota muda. Dimana mereka melakukan suatu rangkaian ekspedisi ke suatu tempat yang tahap perencanaan dan pelaksanaannya diatur sendiri oleh anggota muda. Dalam kesempatan ini anggota muda MAHATVA anggkatan KALAJENGKING yang beranggotakan enam orang (Tim 1) melakukan ekspedisi ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Tim 1 KALAJENGKING yang beranggotakan Dwika, Deviana, Afif, Wisnu, Anggita dan Fakhri (di foto dari kiri ke kanan) memilih TNGHS sebagai tempat tujuan ekspedisi mereka. TNGHS merupakan merupakan salah satu dari 50 taman nasional yang memiliki potensi biodiversity sangat tinggi. Disana juga terdapat Desa enclave Kesepuhan Ciptagelar yang unik. Desa enclave merupakan desa yang dimana masyarakat didalamnya hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya di dalam kawasan taman nasional. Latar belakang itulah yang menyebabkan TNGHS menarik perhatian untuk dikaji, dijelajahi dan dijadikan tempat tujuan Ekspedisi mereka.

Tim 1 KALAJENGKING melakukan ekspedisi dari tanggal 27 Agustus sampai dengan 3 September 2015, kurang lebih 4 hari operasi di kawasan TNGHS. Keberangkatan berawal dari Sekretariat PMPR & PG MAHATVA lalu tim menuju balai TNGHS yang berada di Kabandungan Kabupaten Sukabumi. Di kawasan TNGHS Tim berjalan melewati beberapa medan seperti perkebunan teh, hutan dan jalan setapak hingga menyusuri sungai untuk menuju Desa Kasepuhan Ciptagelar.
Ketika di lapangan tim melewati Cikaniki Research Station yang merupakan pusat penelitian berbagai macam flora dan fauna di dalam kawasan TNGHS. Hari ketiga dilapangan tim sampai di Desa Kasepuhan Ciptagelar. Disana tim disambut hangat oleh warga desa sekitar dan melakukan pengkajian serta observasi kurang lebih selama 2 hari. Tim berkunjung terlebih dulu ke ketua adat Desa Ciptagelar atau warga setempat menyebutnya Abah untuk meminta izin beraktifitas di Desa selama ekspedisi.
Disana tim melakukan pengkajian tentang pengaruh perubahan status taman nasional di desa tersebut, dari mulai observasi dan wawanacara untuk pengambilan data langsung di lapangan. Sekilas tentang Desa Kasepuhan Ciptagelar merupakan desa yang mandiri, mereka tidak banyak menerima bantuan dari pemerintah disana. Tetapi mereka memiliki fasilitas PLTA yang dibangun dari hasil tabungan mereka dan bantuan dari pihak swasta. Kegiatan pokok mereka disana yaitu bertani hal ini dikarenakan seluruh warga Desa Ciptagelar harus menanam padi disana untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Adat masyarakat Desa Ciptagelar masih sangat kental, budaya gotong royong terlihat dari aktifitas mereka sehari – hari dalam berkegiatan. Ketika musim tanam, wanita di desa itu membuat makanan dan minuman untuk pria yang berkegiatan di sawah. Cuaca disana sangat sejuk, didukung oleh pemandangan yang indah oleh hamparan sawah dan bentangan pegunungan membuat tim ingin berlama-lama di Desa Ciptagelar.
Setelah data dirasa cukup, tim kembali melakukan perjalanan untuk pulang menuju Balai TNGHS yang merupakan titik akhir dari rangkaian ekspedisi mereka. Sesaimpainya di Balai tim beristirahat sejenak, menuggu transport untuk menjemput mereka dan pulang kembali ke Sekretariat PMPR & PG MAHATVA Fakultas Pertanian UNPAD. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang tim dapatkan selama disana, sepulang dari ekspedisi tim mengolah data hasil perjalanan mereka selama dilapangan baik operasi maupun kajian untuk dibuat laporan dan dibukukan.

Pelatihan pemanfaatan barang bekas yang dilaksanakan pada Sabtu (12 Oktober 2019) di SD Negeri Cileles, Jatinangor merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilakukan oleh Himpunan Klinik Tanaman (Klintan) Faperta Unpad. Kegiatan ini dilaksanakan dengan partisipan dari siswa Kelas 4 SD Negeri Cileles yang berjumlah 47 orang. Kegiatan yang berjudul ”Pro-care sama Dede” ini merupakan kegiatan pelatihan yang bertemakan pemanfaatan barang bekas seperti botol plastik yang umum ditemukan berserakan di lingkungan sekitar. Botol bekas ini dimanfaatkan menjadi wadah tanam tanaman hias yang lebih bermanfaat dan ekonomis untuk dilakukan.

Botol bekas yang sudah dibawa oleh para siswa ini dipotong pada bagian tertentu untuk memasukkan media tanam dan tanaman hias serta dihias terlebih dahulu dengan cat warna agar lebih menarik. Berbagai macam motif lukisan dibuat untuk menunjukkan kreativitas para siswa kelas 4 ini. Antusiasme yang positif terlihat oleh para siswa dengan terlihatnya raut wajah semangat saat mereka berlomba untuk memilih warna apa yang akan digunakan dalam menghias botol bekas mereka. Terdapat doorprize berupa Growing Kit “Adopt Me” yang merupakan produk hasil karya Himpunan Klintan. Pemberian doorprize ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan seputar pertanian.

klintan8

Setelahnya, para siswa ini mulai mengantre untuk memilih tanaman hias apa yang mereka sukai untuk melengkapi kreasi botol bekas mereka yang kini bisa menjadi wadah tanaman hias. Antusiasme yang semangat masih terjaga meskipun kegiatan berlangsung selama 2 jam. Para siswa dengan semangatnya menunjukkan hasil kreasi mereka. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam mengatasi sampah botol plastik yang berserakan di lingkungan sekitar terutama wilayah Jatinangor. Dengan mengedukasi para siswa SD ini semoga kelak dapat menelurkan pahlawan lingkungan dalam menjaga keasrian wilayah Jatinangor! (Yongki Umam Sandi)

 



Pengguna

Masuk