Klinik Tanaman (Klintan) Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menggelar latihan penyuluhan. Program ini rutin dilaksanakan dalam rangka membiasakan anggota klinik tanaman dengan kondisi yang akan dihadapi saat memberikan penyuluhan kepada petani. Kegiatan ini berupa simulasi penyuluhan pertanian yang diatur sehingga serupa dengan keadaan di lapangan.
Latihan penyuluhan ini digelar oleh Divisi Pengabdian Masyarakat Klinik Tanaman yang bertujuan untuk meningkatnya keterampilan anggota Klinik Tanaman dalam bidang perlindungan tanaman, pengaplikasian ilmu pertanian yang diperoleh di perkuliahan, serta mempersiapkan anggota klinik tanaman untuk mengabdi di masyarakat dengan transfer informasi dan teknologi. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 2 Oktober 2019 bertempat di halaman gedung sekretariat klinik tanaman fakultas pertanian. Mengangkat tema “ Perangkap hama dan pupuk organik cair ”. Dihadiri oleh 30 peserta, latihan penyuluhan berjalan serius namun tetap santai. Teknis dari kegiatan ini yaitu membagi anggota klinik tanaman menjadi beberapa peran ada yang menjadi penyuluh dan ada pula yang berperan menjadi petani.

Diakhir pelatihan, terdapat juri yang memberikan saran dan masukan untuk peserta latihan penyuluhan agar dapat dijadikan bahan evaluasi untuk melaksanakan penyuluhan yang sesungguhnya di lapangan. (Indra Herli)

klintan5

Penanaman refugia yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu (5/10/2019) bersama warga tani di Desa Cileles merupakan kegiatan lanjutan dalam rangka memperingati "16 Tahun Klintan Mengabdi (16 TKM)". 

Penanaman dilakukan di area sekitar pesawahan dengan menggunakan bibit dari berbagai jenis tanaman refugia seperti tagetes (marry gold), zinnia, dan bunga kertas.

Mengingat sistem penanaman di Desa Cileles ini bersifat semi organik, maka penanaman refugia menjadi langkah yang tepat untuk mengendalikan organisme pengganggu yang sesuai dengan penerapan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) terutama pada hama di tanaman padi.
Tanaman refugia dimanfaatkan untuk mengundang musuh alami bagi hama. Organ bunga yang berwarna menarik dan kandungan pollen yang cukup banyak dimanfaatkan untuk mengundang kedatangan parasitoid serta serbuk sari yang banyak dapat mengundang kedatangan predator dan parasitoid. Kedua musuh alami ini diharapkan dapat mengendalikan hama yang merusak pada pertanaman padi

Masyrakat desa Cileles mengharapkan kegiatan ini dapat terus berlangsung sehingga perlu adanya pendampingan dan kegiatan yang berkelanjutan. Selain itu, perlu adanya kegiatan yang berkesinambungan untuk satu kelompok tani hingga berhasil dan menjadi model pemberdayaan masyarakat lainnya. Apabila kegiatan hanya dilakukan sesaat dan tidak berkelanjutan maka dampak terhadap masyarakat pun tidak akan terasa khususnya, untuk manfaat jangka panjang.

Kegiatan Pembukaan 16 Tahun Klintan Mengabdi yang digelar pada Kamis lalu (16/05) merupakan salah satu rangkain acara Milad Klintan yang ke-16 yang Desa Cileles. Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan dilaksanakan bertempat di salah satu rumah warga, yaitu Bapak Ai selaku anggota kelompok tani Cileles Jaya. 

Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat sekitar ini menghadirkan pemateri Vira Kusuma Dewi, SP., M.Sc., Ph.D selaku dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Pemaparan dan pengenalan yang dilakukan mengenai “Pemanfaatan Tanaman Refugia dalam Konservasi Musuh Alami pada Tanaman Padi”. Kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan yang diskusi dan berbagi informasi serta keluhan yang dialami oleh para petani.
Acara yang bertemakan pengendalian secara biologis dan ramah lingkungan ini dilakukan karena meninjau dari pengolahan lahan tani yang bersifat semi-organik. Dimana penggunaan bahan kimia yang sangat sedikit. Selain itu, kondisi alam yang masih asri dan bersih menyebabkan masyarakat memiliki keinginan membuat sebuah peluang usaha lain yaitu menjadikan lahan padi menjadi areal agrowisata.

Himpunan Mahasiswa Klinik Tanaman Faperta bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan (Himatan) Faperta Unpad pada hari Sabtu, 13 Oktober 2018 di Dusun Pasirkaliki Desa Genteng telah mengadakan penyuluhan yang  bertemakan “Pengaruh dan pengecekan pH di lahan” dalam salah satu rangkaian acara 15 Tahun Klintan Mengabdi dengan pemateri Irwantha Sihombing (Agro 2015).

Kegiatan ini dilakukan guna memberikan informasi penanganan permasalahan pH tanah khususnya di lahan pertanaman. Hal ini penting untuk dilakukan karena Dusun Pasirkaliki diketahui sebagai dusun potensial dalam memproduksi komuditas hortikultura seperti cabai dan tomat.

Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat khususnya yang berprofesi pada bidang pertanian dapat memahami dan mengaplikasikan pengurukuran pH pada lahan pertanian juga dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.

Narahubung

  • Line     : krupuk2/ najma.sq
  • WA     : 085846446013 (Nining)/ 08818294670 (Najma)
  • Telpon : 082128600237 (Nining)/ 08818294670 (Najma)

3

Bertempat di Dusun Pasirkaliki Desa Genteng pada Senin, 23 Juli 2018 lalu Himpunan Klinik Tanaman Faperta Unpad mengadakan kegiatan penyuluhan yang bertemakan “Pengendalian Lalat Buah pada Tanaman Cabai dengan Menggunakan Atraktan” yang adalah salah satu rangkaian kegiatan 15 Tahun Klintan Mengabdi dengan pemateri Dr. Agus Susanto, SP., M.Si.

Antusiasme peserta dalam kegiatan ini terlihat dari peran aktif masyarakat dalam bertanya dan juga jumlah peserta yang hadir. Tidak hanya dari kalangan masyarakat, beberapa Dosen Fakultas Pertanian Unpad turut hadir dalam acara ini.

Materi yang disampaikan adalah pemanfaatan Atraktan sebagai upaya pengendalian Lalat Buah. Hal ini disebabkan Dusun Pasirkaliki diketahui menjadi salah satu dusun potensial dalam memproduksi cabai dan tomat yang rentan terjangkit lalat buah. Namun, dalam pengendalianya masyarakat masih mengandalkan pestisida untuk mengendalikan hama tersebut. Sehingga dibutuhkan pemberian edukasi tentang pengendalian alternatif yang ramah lingkungan dan dapat menekan pemberian pestisida secara berlebihan.

Narahubung
Line : krupuk2/ najma.sq
WA : 085846446013 (Nining)/ 08818294670 (Najma)
Telpon : 082128600237 (Nining)/ 08818294670 (Najma)

Proses Pembuatan Lilin Aroma Terapi

“Pempro Training”
Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma Terapi Pengusir Nyamuk
Kali ini event Pempro Training yang dislenggarakan oleh Divisi Pengembangan Produk Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Padjajaran mengambil tema tentang urban pest. Apa itu urban pest? Urban pest adalah serangga yang hidup berdampingan dengan manusia yang keberadaannya dianggap mengganggu dan merugikan sehingga dapat disebut hama, tutur Neng Sri Wedayani. Topik yang dipilih dalam kesempatan tersebut adalah “Pembuatan Lilin Aroma Terapi Pengusir Nyamuk”.
Pembuatan lilin aroma terapi ini sangat mudah dan tidak memakan waktu lama. Bahan dan alat yang diperlukan pun sangat sederhana seperti, paraffin solid, pewarna lilin, pewangi yang repellent terhadap nyamuk contoh (lavender essence, dan jeruk limau essence), wadah dan kompor. Anggota-anggota dari divisi Pengembangan Produk Klinik Tanaman mengajarkan proses pembuatannya kepada para peserta training yang diikuti oleh Anggota Muda Klinik Tanaman, Pengurus Harian Klinik Tanaman, dan beberapa anggota Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) dari ITB.
Tahap pembuatan lilin aroma terapi ini diawali dengan memanaskan paraffin solid untuk mendapatkan bahan lilin cair. Setelah mencair, masukan pewarna lilin untuk menambah nilai estetik dari lilin tersebut. Dalam pemberian pewarna lilin tersebut, tidak terdapat takaran yang pasti, namun untuk mendapatkan warna yang indah hanya perlu menambahkan sedikit saja pewarna lilin, karena jika terlalu banyak maka warna yang dihasilkan akan berwarna lebih gelap. Pewarna lilin dan paraffin di aduk sambil dipanaskan, jika dirasa sudah tercampur angkat bahan tersebut dengan menggunakan kain kemudian tuangkan ke dalam cetakan yang sudah terdapat sumbu yang terbuat dari benang kasur dan ujung benang diikatkan pada sebatang lidi. Untuk aroma yang dihasilkan oleh lilin tersebut dapat menggunakan essens cair yang diteteskan secukupnya ke dalam lilin tersebut. Tunggu sampai lilin tersebut mengeras, kemudian lilin sudah siap di gunakan.
Antusiasme para peserta training meningkat ketika seluruh peserta diberikan kesempatan untuk mencoba membuat lilin aroma terapi dengan kreatifitasnya sendiri. Hasil dari karya tiap peserta di nilai oleh panitia, lilin yang paling rapih, cantik, dan menariklah yang memenangkan penilaian juri. Event “Pempro training kali ini menambah wawasan saya tentang urban pest yang ternyata pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti ini” ujar Maura salah satu peserta pempro training. (Khairunissa Ainun/AM)

KAJIAN ILMIAH “DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP POPULASI HAMA PADA TANAMAN SAYURAN“

Pada hari Kamis, 17 September 2015 Divisi Penalaran Pertanian (LARPA) Klinik Tanaman HPT Faperta Unpad mengadakan kegiatan Kajian Ilmiah yang merupakan salah satu agenda rutin yang ditujukkan untuk seluruh Anggota Klinik Tanaman. Tema pada kajian kali ini adalah “Dampak Perubahan Iklim terhadap Populasi Hama” dengan pemateri Dr. Agus Susanto, SP., M.Si. Kegiatan yang dilakukan berupa diskusi mengenai populasi hama yang ditemukan pada tanaman sayuran di daerah Jawa Barat.
Pada kegiatan ini dilakukan di Ruang Kuliah lantai 2 Gedung Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Unpad, Jatinangor. Kegiatan ini dihadiri oleh para Anggota Muda dan Pengurus Harian Klinik Tanaman (PHKT) yang dipandu oleh Arya sebagai moderator. Acara ini diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana yaitu Ulfah Khaerullah.
Pada kajian ini, bapak Agus memaparkan materi tentang perubahan temperatur yang dapat menyebabkan fluktuasi populasi hama pada daerah tersebut. Beliau menuturkan bahwa pada musim kemarau, hama yang menyerang tanaman bawang seperti Spodoptera oxigua dapat menghabiskan satu lahan tanaman bawang dalam kurun waktu tiga hari, dan apabila hama tersebut tidak dikendalikan secara terpadu maka akan menimbulkan kerugian yang amat besar. Untuk mengendalikan pelonjakan OPT yang diakibatkan oleh naiknya temperatur tersebut perlu dilakukan pengendalian secara terpadu. Adanya ambang batas ekonomi menjadikan batasan dalam pengendalian tersebut, sehingga pengendalian OPT tidak identik dengan pestisida sintetik. Hal tersebut selaras dengan yang dituturkan oleh Pak Agus “Dalam pengendalian OPT ini tidak langsung menggunakan pestisida, perlu adanya pengendalian secara terpadu, karena pestisda pun dapat memiliki dampak buruk”
Setelah pemaparan tersebut peserta diberi kesematan untuk berdiskusi dan mengkaji permasalahan yang ada dalam topik tersebut. Para peserta sangat antusias dalam bertanya kepada pemateri. Acara diakhiri oleh moderator dengan kesimpulan dari hasil diskusi tersebut, dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada pemateri sebagai tanda terima kasih sekaligus penutup kegiatan kajian ilmiah kali ini. Diharapkan dengan diadakannya acara kajian ilmiah ini ilmu yang telah diberikan dapat meningkatkan wawasan anggota Klinik Tanaman.
Penulis : Ibrahim Aji (Anggota Muda Klinik Tanaman)

Acara penutupan abdi desa bersama perangkat Desa Genteng

Abdi Desa Klinik Tanaman Unpad
“Belajar dari Masyarakat”
Abdi desa (Abdes) merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan Himpunan Keprofesian Klinik Tanaman dalam rangkaian Masa Kaderisasi Klinik Tanaman XIII. Mahasiswa berperan untuk melakukan pengabdian masyrakat sebagai salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada tahun ini, abdi desa diselenggarakan selama satu bulan yaitu mulai tanggal 27 Juli sampai 26 Agustus 2015 di Desa Genteng, Kabupaten Sumedang. Abdi desa ini diikuti oleh 36 anggota muda yang di bagi ke tiga dusun berbeda yaitu Dusun Genteng, Dusun Sukasari dan Dusun Karangsari. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan para anggota muda mengenai pertanian di lapangan serta menggali informasi dan masalah – masalah pertanian.
Selama satu bulan, para anggota muda berbaur dengan warga setempat dan mengikuti kegiatan warga di dusun tersebut. Desa Genteng merupakan desa yang sebagian besar penduduknya petani. Sehingga sebagian besar kegiatan yang di lakukan berhubungan erat dengan pertanian, terutama dalam hal pengendalian OPT.
Tanaman yang banyak dibudidayakan di Desa Genteng yaitu palawija, sayuran, kopi dan tembakau. Kegiatan budidaya hingga pengolahan pasca panen pun diikuti oleh para anggota muda, sehingga mereka mendapat kesempatan untuk saling bertukar ilmu dengan warga setempat.

klintan

Selain kegiatan pertanian, terdapat beberapa kegiatan seperti mengisi acara di sekolah dan madrasah desa setempat. Anak – anak dan warga setempat sangat antusias dengan kedatangan para anggota muda. “Banyak pengalaman yang di dapat dari abdi desa ini, selain belajar hidup bermasyarakat banyak juga ilmu yang di dapat” Ujar Feisal sebagai Ketua Pelaksana MKKT XIII. Diharapkan dengan kegiatan ini para anggota muda dapat terbuka wawsannya dan dapat berperan nyata dalam pertanian di Indonesia. Sehingga kedepannya diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut sehingga terjalinnya kerjasama yang erat dengan Desa Genteng.
Penulis : Irfanti (Humas Klinik Tanaman)

Klinik Tanaman Faperta Unpad turut berpartisipasi dalam salah satu rangkaian acara Dies Natalis Unpad ke-58 yang digelar di Alun-Alun Kota Bandung, Minggu (30/8/2015), dengan menampilkan berbagai inovasi teknologi pertanian. Kegiatan yang diramaikan masyarakat Kota Bandung tersebut mengusung tema “Unpad Sehat untuk Bandung Juara”. Kegiatan tersebut sebagai momentum sivitas akademika Unpad memberikan pelayanan edukasi kepada masyarakat. Klinik Tanaman berkomitmen mendukung program Bandung Juara dengan memasyarakatkan inovasi teknologi pertanian yang dapat menyehatkan tanaman dan mengolah limbah organik rumah tangga. Melalui inovasi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Pupuk Takakura yang ditampikan Klinik Tanaman kita dapat menyulap limbah organik menjadi menjadi asupan sehat bagi tanaman. Inovasi teknologi pertanian lainnya yang ditampilkan adalah Jamur Entomopatogen Beuveria bassiana, inovasi ini dapat menjadi alternatif pengendalian hama ramah lingkungan, dengan demikian kesahatan produk pertanian dapat terjaga dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida kimia sintetik. Inovasi Klinik Tanaman mendapat respon positif dari masyakat Bandung serta Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad saat mengunjugi stand Fakultas Pertanian. Prof. Tri Hanggono Achmad menerangkan, bahwa Klinik Tanaman dapat menjadi bagian penting di Universitas Padjadjaran dalam memberdayakan masyarakat sekiitar Unpad. “Besar harapan kami, masyarakat dapat mengaplikasikan inovasi yang telah kami tampilkan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan dapat membantu meningkatkan eksistensi Bandung sebagai Kota kembang”, tutur Sekertaris Jenderal Klinik Tanaman, Gesang Pratyadhiraksana.

Diselenggarakannya acara AGRIDAY ini pada 09 Nov 2016 yang bertempat di Lapangan ex Kopma Unpad Jatinangor diharapkan sebagai kesempatan mahasiswa untuk menampilkan inovasi di bidang produk, jasa, kelembagaan, dan modal usaha. Dengan konsep adanya kehadiran investor yang bertujuan untuk memberikan stimulus kepada mahasiswa agar melanjutkan inovasinya, menjadi suatu hal yang nyata sehingga inovasi-inovasi tersebut akan terus dikembangkan.

Acara AGRIDAY yang didukung oleh BRI ini sebagai ajang silaturahim bagi semua warga Sosial-Ekonomi Pertanian (Agribisnis), mahasiswa, staff / dosen, dan para alumni.
Pada Kesempatan ini Pihak BRI sebagai Mitra Faperta memberikan beberapa Apresiasi kepada Staff dan Dosen berupa pemberian Hadiah dan Door Prize kepada Staff / Dosen yang paling banyak melakukan transaksi e-Banking. Selain memberikan kesempatan pula bagi seluruh warga Sosial-Ekonomi Pertanian (Agribisnis) untuk unjuk seni dan kreativitas dalam rangka apresiasi seni juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi individu yang ingin berwirausaha.

Event ini sangat mendukung proses awal kita melangkah ke depan untuk masuk ke dalam dunia kerja, tentunya pada ajang potensial dan budaya yang selalu berkembang (secara global).

  • Nama acara : AGRIDAY 2016
  • Waktu acara : 09 Nov 2016, pukul 11.00 WIB - selesai
  • Lokasi acara : Lapangan ex Kopma, UNPAD Jatinangor
  • Konten acara : Entrepreneur dan Pameran Inovasi Produk hasil mahasiswa Agribisnis

Foto-foto Dokumentasi

Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan (Himatan) Unpad punya agenda rutin dengan euforia yang semarak. Apalagi kalau bukan The Landformation? Acara yang dihelat setiap akhir tahun ini menjadi puncak dari rangkaian program kerja Himatan selama setahun. Kenapa, sih, The Landformation menjadi acara yang paling ditunggu kehadirannya?

Jawabannya tentu saja karena kemeriahan dan kemegahan rangkaian acara ini. Selama beberapa tahun terakhir, The Landformation sukses diselenggarakan dan berhasil membawa nama Himatan dikenal lebih luas. Konten acara The Landformation pun beraneka ragam. Sebut saja seminar, berbagai macam lomba seperti lomba esai dan lomba fotografi, pengabdian pada masyarakat, dan tentu saja yang paling dinanti adalah Soil Fun alias jalan-jalan!

Tahun ini, The Landformation kembali dihelat pada 14-16 September 2017. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, The Landformation 2017 tetap memasukkan berbagai konten acara yang sudah pasti menarik dan mengedukasi.

Konten acara tersebut yaitu Seminar Nasional, Lomba Fotografi dan Esai, Pengabdian Masyarakat dan Soil Fun.

Menjadi pembuka rangkaian The Landformation 21017, Seminar Nasional dengan tema Revitalisasi Penataan Lahan untuk Menanggulangi Bencana Menuju Pertanian yang Sinergis akan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2017. Beberapa pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi turut membagi ilmunya dalam seminar ini. Selain itu, masih di hari yang sama, diadakan diskusi panel yang diharapkan akan melahirkan sebuah prosiding.

Rangkaian selanjutnya yaitu Lomba Fotografi dan Esai. Kedua lomba ini sudah dibuka pendaftarannya. Dengan target mahasiswa dan umum, Lomba Fotografi dan Esai diharapkan dapat menampung kreativitas dan inovasi dari kawan-kawan semua.

Pengabdian Masyarakat yang termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi juga tak luput dari rangkaian acara. Pengabdian Masyarakat ini bertempat di Dusun Cikoneng, Desa Cibiru Wetan. Kegiatan yang dilakukan dalam Pengabdian Masyarakat ini nantinya akan selalu dipantau oleh Himatan demi keberlanjutan untuk masa depan dan sebagai bentuk kerja sama Himatan dan masyarakat.

Yang tidak kalah seru dan tidak boleh dilewatkan dalam angkaian The Landformation 2017 adalah Soil Fun. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa Soil Fun adalah waktu bagi para peserta The Landformation 2017 untuk saling mengakrabkan diri. Bertempat di Bandung Giri Gahana, Gold & Resort Jatinangor pada 16 September 2017, Soil Fun akan menjadi penutup yang manis kunjungan para peserta The Landformation 2017 ke Bandung dan Jatinangor.

The Landformation 2017 menunggu partisipasi kalian. Kami, Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan (Himatan) Unpad, akan menyambut dengan sukacita. 

Untuk Info lebih lengkap mengenai Landformation 2017 silakan klik dan download Seminar Nasional, Call for Papers, Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Lomba Fotografi Nasional

Bertempat di Bale Sawala Unpad, Unpad, Himagro dan perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia mengadakan Seminar Nasional dengan tema "Pemanfaatan Tanaman Lokal untuk Pangan dan Industri" sekaligus pengangkatan dan pengukuhan anggota PERAGI. Acara dimulai pkl. 09.00 dan berakhir pkl. 16.00 WIB diikuti sekitar 100 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah tumbuh-tumbuhan.
Tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, selain itu masih banyak tumbuhan yang belum dimanfaatkan dengan baik (underutilized crop). Pemanfaatan sumber daya alam Indonesia terutama tanaman lokal, masih belum optimal.
Pemanfaatan kekayaan alam lokal sebaiknya dilakukan secara efisien dan efektif agar potensi kekayaan alam lokal yang ada dapat berkesinambungan demi keberlanjutan pembangunan.
Oleh karena itu, peneliti dapat melakukan pengenalan lebih akurat terhadap karakter sumber daya alam tersebut.
Ruang lingkup universitas sebagai institusi pendidikan adalah poros ilmu yang akan diaplikasikan di masyarakat.
Hal ini akan menjadi sinergi jika para akademisi, masyarakat dan industri mampu bersama-sama memanfaatkan sumber daya lokal ini dengan baik.

Keynote speaker
Prof.Hiroshi Ezura-University of Tsukuba Japan
"Pengembangan Tanaman Tropis melalui Bioteknologi"
Dr. Agung Karuniawan Universitas Padjadjaran
"Tantangan dan potensi pengembangan underutilized crops"
Dra. Endang Widiastuti, Apt Manajer R&D PT.Kimia Farma
"Pengembangan tanaman obat lokal skala industri"

Berikut Foto - foto Kegiatan Acara

Pengguna

Masuk