Pada tanggal 26-29 Desember 2015 Anggota Muda Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PMPR & PG) MAHATVA Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah berhasil melakukan perjalanan penyusuran pantai selama 4 hari dimulai dari Pantai Cikawung sampai dengan Pantai Tanjung Lesung dengan menempuh jarak 54,7 kilometer.
Beranggotakan 5 orang, tim yang diketuai oleh Agung Muhammad Yusuf dan Miftah W. Hidayat sebagai Komandan Operasi ini melakukan perjalanan untuk mendapatkan Nomor Pokok Anggota Mahatva (NPA-M), mengaplikasikan ilmu kealamterbukaan yang sudah didapat dari Pendidikan Dasar Mahatva (PDM) dan Program Pelatihan dan Pemantapan (Proglantap) serta untuk mengetahui kondisi jalur dan potensi tersembunyi yang terdapat pada Pantai Barat Pandeglang yang dapat menjadi pariwisata unggulan di daerah tersebut.

“Pada perjalanan ini kami melewati berbagai kondisi jalur yang diantaranya pasir putih, pasir hitam, batuan, batu karang, 14 muara yang di mana kami melakukan penyeberangan basah pada 2 muara, dan 5 tebing yang curam yang terdapat di bibir pantai desa tanjung jaya. Perjalanan ini sangat melatih scientific skill, tactical skill dan mountaineering skill yang telah kami pelajari”, jelas Agung Muhammad Yusuf sebagai Ketua Tim.

Masih asrinya Pantai Barat Pandeglang membuat masyarakat dan investor bekerja sama untuk memanfaatkan keindahan alam untuk menarik perhatian wisatawan domestik ataupun asing agar berkunjung ke desa mereka. Namun, publikasi yang masih kurang menjadikan daerah ini belum diketahui oleh masyarakat umum. Selain melakukan penyusuran pantai, tim ini juga melakukan kajian tentang perubahan sosial masyarakat akibat kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Tanjung Jaya pada tanggal 30 dan 31 Desember 2015 yang menjadi sebuah harapan besar masyarakat sekitar untuk memajukan desanya. 

Rilis oleh : Adinda Humaira (PERSMA GENERA Faperta Unpad )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan kealamaterbukaan merupakan sebuah aktivitas yang memiliki risiko kecelakaan lebih besar dibanding dengan kegiatan di dalam ruangan. Risiko atau bahaya tersebut dapat berasal dari diri sendiri, maupun berasal dari lingkungan ataupun faktor luar lainnya. Tentunya risiko tersebut merupakan hal yang mutlak akan selalu ada dalam setiap kegiatan, namun keberadaannya dapat dihindari atau pun diminimalisir. Persiapan yang matang serta pengenalan mengenai medan dan kemungkinan risiko lapangan yang dapat terjadi, merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum berkegiatan di alam terbuka.
Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PMPR & PG Mahatva) merupakan sebuah organisasi yang berbasis kealamterbukaan, pelestarian lingkungan, dan peduli kemanusiaan yang berada di lingkungan fakultas pertanian. Walaupun dasar organisasi tidak berkaitan langsung dengan bidang kesehatan dan medis, anggota Mahatva tetap dibekali dengan ilmu pertolongan pertama gawat darurat kegiatan alam terbukan (PPGD-KAT).
Keterampilan dan pengetahuan mengenai tindakan medis dasar harus dikuasai oleh setiap anggotanya untuk menghindari cidera lebih lanjut ketika kejadian gawat daruat terjadi. Kejadian tersebut dapat terjadi ketika berkegiatan di alam terbuka, saat menjadi relawan bencana, maupun di kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Emergency First Responder Training merupakan sebuah pelatihan pertolongan pertama gawat darurat yang diselenggarakan oleh Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Penanggulangan Bencana Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 10-11 Oktober 2015 bertempat di Cibinong, Bogor. Peserta kegiatan ini bervariasi mulai dari dokter, tenaga medis keperawatan, volunteer LSM, sampai dengan penggiat alam terbuka.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan peserta di bidang penanganan gawat darurat. Setelahnya peserta diharapkan dapat menjadi penolong pertama yang dapat memberikan pertolongan sedini mungkin dengan tata laksana penanganan yang tepat sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan tubuh akibat penanganan yang salah. Materi yang dipelajari adalah bantuan hidup dasar, tata laksana penanganan cidera, serta manajemen bencana. Ilmu dan keterampilan tersebut tidak hanya dapat diaplikasikan di kegiatan alam terbuka, namun juga dalam kegiatan sehari-hari.
Pendelegasian anggota Mahatva pada kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan dan mengasah ilmu serta keterampilan lanjutan medis dasar. Pelatihan medis dasar sebelumnya telah diajarkan pada program pendidikan dan lanjutan di masa kaderisasi. Melalui kegiatan ini, delegasi Mahatva tersebut diharapkan dapat menjadi tutor sebaya bagi anggota lainnya maupun bagi warga lingkungan fakultas pertanian dalam pemantapan keterampilan medis dasar.

Ekspedisi anggota muda MAHATVA merupakan tahap akhir dari pola pembinaan anggota muda. Dimana mereka melakukan suatu rangkaian ekspedisi ke suatu tempat yang tahap perencanaan dan pelaksanaannya diatur sendiri oleh anggota muda. Dalam kesempatan ini anggota muda MAHATVA anggkatan KALAJENGKING yang beranggotakan enam orang (Tim 1) melakukan ekspedisi ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Tim 1 KALAJENGKING yang beranggotakan Dwika, Deviana, Afif, Wisnu, Anggita dan Fakhri (di foto dari kiri ke kanan) memilih TNGHS sebagai tempat tujuan ekspedisi mereka. TNGHS merupakan merupakan salah satu dari 50 taman nasional yang memiliki potensi biodiversity sangat tinggi. Disana juga terdapat Desa enclave Kesepuhan Ciptagelar yang unik. Desa enclave merupakan desa yang dimana masyarakat didalamnya hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya di dalam kawasan taman nasional. Latar belakang itulah yang menyebabkan TNGHS menarik perhatian untuk dikaji, dijelajahi dan dijadikan tempat tujuan Ekspedisi mereka.

Tim 1 KALAJENGKING melakukan ekspedisi dari tanggal 27 Agustus sampai dengan 3 September 2015, kurang lebih 4 hari operasi di kawasan TNGHS. Keberangkatan berawal dari Sekretariat PMPR & PG MAHATVA lalu tim menuju balai TNGHS yang berada di Kabandungan Kabupaten Sukabumi. Di kawasan TNGHS Tim berjalan melewati beberapa medan seperti perkebunan teh, hutan dan jalan setapak hingga menyusuri sungai untuk menuju Desa Kasepuhan Ciptagelar.
Ketika di lapangan tim melewati Cikaniki Research Station yang merupakan pusat penelitian berbagai macam flora dan fauna di dalam kawasan TNGHS. Hari ketiga dilapangan tim sampai di Desa Kasepuhan Ciptagelar. Disana tim disambut hangat oleh warga desa sekitar dan melakukan pengkajian serta observasi kurang lebih selama 2 hari. Tim berkunjung terlebih dulu ke ketua adat Desa Ciptagelar atau warga setempat menyebutnya Abah untuk meminta izin beraktifitas di Desa selama ekspedisi.
Disana tim melakukan pengkajian tentang pengaruh perubahan status taman nasional di desa tersebut, dari mulai observasi dan wawanacara untuk pengambilan data langsung di lapangan. Sekilas tentang Desa Kasepuhan Ciptagelar merupakan desa yang mandiri, mereka tidak banyak menerima bantuan dari pemerintah disana. Tetapi mereka memiliki fasilitas PLTA yang dibangun dari hasil tabungan mereka dan bantuan dari pihak swasta. Kegiatan pokok mereka disana yaitu bertani hal ini dikarenakan seluruh warga Desa Ciptagelar harus menanam padi disana untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Adat masyarakat Desa Ciptagelar masih sangat kental, budaya gotong royong terlihat dari aktifitas mereka sehari – hari dalam berkegiatan. Ketika musim tanam, wanita di desa itu membuat makanan dan minuman untuk pria yang berkegiatan di sawah. Cuaca disana sangat sejuk, didukung oleh pemandangan yang indah oleh hamparan sawah dan bentangan pegunungan membuat tim ingin berlama-lama di Desa Ciptagelar.
Setelah data dirasa cukup, tim kembali melakukan perjalanan untuk pulang menuju Balai TNGHS yang merupakan titik akhir dari rangkaian ekspedisi mereka. Sesaimpainya di Balai tim beristirahat sejenak, menuggu transport untuk menjemput mereka dan pulang kembali ke Sekretariat PMPR & PG MAHATVA Fakultas Pertanian UNPAD. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang tim dapatkan selama disana, sepulang dari ekspedisi tim mengolah data hasil perjalanan mereka selama dilapangan baik operasi maupun kajian untuk dibuat laporan dan dibukukan.

Pengguna

Masuk