Pelatihan pemanfaatan barang bekas yang dilaksanakan pada Sabtu (12 Oktober 2019) di SD Negeri Cileles, Jatinangor merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilakukan oleh Himpunan Klinik Tanaman (Klintan) Faperta Unpad. Kegiatan ini dilaksanakan dengan partisipan dari siswa Kelas 4 SD Negeri Cileles yang berjumlah 47 orang. Kegiatan yang berjudul ”Pro-care sama Dede” ini merupakan kegiatan pelatihan yang bertemakan pemanfaatan barang bekas seperti botol plastik yang umum ditemukan berserakan di lingkungan sekitar. Botol bekas ini dimanfaatkan menjadi wadah tanam tanaman hias yang lebih bermanfaat dan ekonomis untuk dilakukan.

Botol bekas yang sudah dibawa oleh para siswa ini dipotong pada bagian tertentu untuk memasukkan media tanam dan tanaman hias serta dihias terlebih dahulu dengan cat warna agar lebih menarik. Berbagai macam motif lukisan dibuat untuk menunjukkan kreativitas para siswa kelas 4 ini. Antusiasme yang positif terlihat oleh para siswa dengan terlihatnya raut wajah semangat saat mereka berlomba untuk memilih warna apa yang akan digunakan dalam menghias botol bekas mereka. Terdapat doorprize berupa Growing Kit “Adopt Me” yang merupakan produk hasil karya Himpunan Klintan. Pemberian doorprize ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan seputar pertanian.

klintan8

Setelahnya, para siswa ini mulai mengantre untuk memilih tanaman hias apa yang mereka sukai untuk melengkapi kreasi botol bekas mereka yang kini bisa menjadi wadah tanaman hias. Antusiasme yang semangat masih terjaga meskipun kegiatan berlangsung selama 2 jam. Para siswa dengan semangatnya menunjukkan hasil kreasi mereka. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam mengatasi sampah botol plastik yang berserakan di lingkungan sekitar terutama wilayah Jatinangor. Dengan mengedukasi para siswa SD ini semoga kelak dapat menelurkan pahlawan lingkungan dalam menjaga keasrian wilayah Jatinangor! (Yongki Umam Sandi)

 



Klinik Tanaman (Klintan) Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menggelar latihan penyuluhan. Program ini rutin dilaksanakan dalam rangka membiasakan anggota klinik tanaman dengan kondisi yang akan dihadapi saat memberikan penyuluhan kepada petani. Kegiatan ini berupa simulasi penyuluhan pertanian yang diatur sehingga serupa dengan keadaan di lapangan.
Latihan penyuluhan ini digelar oleh Divisi Pengabdian Masyarakat Klinik Tanaman yang bertujuan untuk meningkatnya keterampilan anggota Klinik Tanaman dalam bidang perlindungan tanaman, pengaplikasian ilmu pertanian yang diperoleh di perkuliahan, serta mempersiapkan anggota klinik tanaman untuk mengabdi di masyarakat dengan transfer informasi dan teknologi. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 2 Oktober 2019 bertempat di halaman gedung sekretariat klinik tanaman fakultas pertanian. Mengangkat tema “ Perangkap hama dan pupuk organik cair ”. Dihadiri oleh 30 peserta, latihan penyuluhan berjalan serius namun tetap santai. Teknis dari kegiatan ini yaitu membagi anggota klinik tanaman menjadi beberapa peran ada yang menjadi penyuluh dan ada pula yang berperan menjadi petani.

Diakhir pelatihan, terdapat juri yang memberikan saran dan masukan untuk peserta latihan penyuluhan agar dapat dijadikan bahan evaluasi untuk melaksanakan penyuluhan yang sesungguhnya di lapangan. (Indra Herli)

klintan5

Penanaman refugia yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu (5/10/2019) bersama warga tani di Desa Cileles merupakan kegiatan lanjutan dalam rangka memperingati "16 Tahun Klintan Mengabdi (16 TKM)". 

Penanaman dilakukan di area sekitar pesawahan dengan menggunakan bibit dari berbagai jenis tanaman refugia seperti tagetes (marry gold), zinnia, dan bunga kertas.

Mengingat sistem penanaman di Desa Cileles ini bersifat semi organik, maka penanaman refugia menjadi langkah yang tepat untuk mengendalikan organisme pengganggu yang sesuai dengan penerapan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) terutama pada hama di tanaman padi.
Tanaman refugia dimanfaatkan untuk mengundang musuh alami bagi hama. Organ bunga yang berwarna menarik dan kandungan pollen yang cukup banyak dimanfaatkan untuk mengundang kedatangan parasitoid serta serbuk sari yang banyak dapat mengundang kedatangan predator dan parasitoid. Kedua musuh alami ini diharapkan dapat mengendalikan hama yang merusak pada pertanaman padi

Masyrakat desa Cileles mengharapkan kegiatan ini dapat terus berlangsung sehingga perlu adanya pendampingan dan kegiatan yang berkelanjutan. Selain itu, perlu adanya kegiatan yang berkesinambungan untuk satu kelompok tani hingga berhasil dan menjadi model pemberdayaan masyarakat lainnya. Apabila kegiatan hanya dilakukan sesaat dan tidak berkelanjutan maka dampak terhadap masyarakat pun tidak akan terasa khususnya, untuk manfaat jangka panjang.

Kegiatan Pembukaan 16 Tahun Klintan Mengabdi yang digelar pada Kamis lalu (16/05) merupakan salah satu rangkain acara Milad Klintan yang ke-16 yang Desa Cileles. Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan dilaksanakan bertempat di salah satu rumah warga, yaitu Bapak Ai selaku anggota kelompok tani Cileles Jaya. 

Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat sekitar ini menghadirkan pemateri Vira Kusuma Dewi, SP., M.Sc., Ph.D selaku dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Pemaparan dan pengenalan yang dilakukan mengenai “Pemanfaatan Tanaman Refugia dalam Konservasi Musuh Alami pada Tanaman Padi”. Kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan yang diskusi dan berbagi informasi serta keluhan yang dialami oleh para petani.
Acara yang bertemakan pengendalian secara biologis dan ramah lingkungan ini dilakukan karena meninjau dari pengolahan lahan tani yang bersifat semi-organik. Dimana penggunaan bahan kimia yang sangat sedikit. Selain itu, kondisi alam yang masih asri dan bersih menyebabkan masyarakat memiliki keinginan membuat sebuah peluang usaha lain yaitu menjadikan lahan padi menjadi areal agrowisata.

Pengguna

Masuk