Sebuah Balai Desa yang berlokasi di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran mendadak ramai dipenuhi banyak orang. Bagaimana tidak, puluhan petani di desa Ciganjeng dan petani dari desa lain berdatangan untuk menghadiri kegiatan bertema: “Promosi  konsep Jendela Teknologi dan Temu Lapang Petani Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Dari Perubahan Iklim Di Daerah Otonom Baru Kabupaten Pangandaran”.  Kegiatan yang diselenggarakan adalah atas dasar kesepakatan kerjasama berdasarkan surat perjanjian kerjasama antara Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran nomor 7241/UN6.E/KS/2017 dan 04/CRAIIP IPPHTI/VI SC/2017 tentang Climate Resilience Agriculture Investigation and Innovation Project – CRAIIP.

workshopangandaran

Kegiatan Promosi Konsep Jendela Teknologi dan Temu Lapang Petani tersebut merupakan sarana evaluasi dari kegiatan CRAIIP yang telah dilaksanakan dari mulai Juli 2017 sampai dengan saat ini. Kegitan CRAIIP di Sponsori Oleh Brot Fűr Die Welt dan Diakonielembaga donor dari negara Jerman. Selain Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Humboldt Universität zu Berlin terlibat dalam kegitan CRAIIP. Tujuan utama dari kegiatan CRAIIP adalah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengatasi perubahan iklim yang berdampak buruk terhadap sistem pertanian terutama di wilayah pangandaran. Untuk mencapai teujuan tersebut, peran perguruan tinggi sangat diperlukan sebagai sarana transfer teknologi kepada masyarakat sesuai dengan tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2018 tersebut berlangsung meriah. Di luar aula terdapat pameran-pamaeran teknologi yang telah dilakukan oleh petani selama kegiatan CRAIIP. Teknologi seperti pupuk organik buatan petani sampai perangkat perangkat uji sederhana serta hasil penelitian petani di pamerkan. Dalam kesempatan Dr. Ir. Neni Rostini, MS., selaku koordinator kegiatan beserta tim ahli yaitu Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, MS., dan Dr. Ir. Mieke Rochimi Setiawati, MP. memaparkan hasil penelitian berbasis partisipasi petani yang telah dilakukan selama dua musim tanam.

Penilitian yang dilakukan di Desa Ciganjeng adalah untuk menguji varietas-varietas yang beradaptasi baik di wilayah desa Ciganjeng serta untuk melihat pengaruh pupuk hijau—green manure Azolla pinata dan Sesbania rostrata terhadap pertumbuhan tanaman padi. Hasil penelitian tersebut merekomendasikan dua varietas yaitu Mendawak dan Ciherang yang beradaptasi dengan lingkungan Ciganjeng. Sementara untuk pengaruh pupuk hijau Azolla dan Sesbania selama dua musim tanam pengujian belum terlihat nyata pengaruhnya. Hal tersebut diduga akibat respon tanaman terhadap pupuk hijau lebih lambat karena pupuk hijau bersifat slow release sehingga perlu pemupukan terus menerus dalam jangka waktu cukup lama. Walaupun demikian, hasil analisis tanah yang telah dilakukan selama penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijau Azolla dan Sesbania mampu meningkatkan kandungan C organik dan N total dalam tanah. Selain itu yang cukup menggembirakan adalah rata-rata hasil perhektar selama pengujian untuk varietas mendawak adalah 7,02 ton/ha sementara untuk varietas Ciherang adalah 6,22 ton/ha lebih tinggi dari rata-rata produksi perhektar di desa Ciganjeng yang kurang dari 5 ton/ha.

Melalui kegitan CRAIIP diharapkan petani dari kelompok tani Taruna Tani Mekarbayu yang tergabung sebagai petani peneliti dapat  meningkatkan kapistasnya sebagai petani dan  mampu beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim melalui teknologi-teknologi tepat guna. Selain itu petani-petani peneliti diharapkan bisa menularkan ilmu dan teknologi yang mereka peroleh kepada petani lain di sekitar (Qys).  

Tags